Persija Jakarta
Absen Lama, Steven Paulle Terancam Dibuang Persija Jakarta
Manajemen tim Persija Jakarta memberikan peringatan kepada pemain bertahan asing Persija Jakarta, Steven Paulle.
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Waktu persiapan yang dijalani selama satu pekan ke depan diharapkan bisa berjalan dengan baik.
"Saya pikir kami masih memiliki persiapan satu minggu ke depan untuk menghadapi PSM di leg kedua. Kita harus lakukan persiapan bagus agar dapat hasil terbaik saat main di sana," ucap Ismed Sofyan di Mess Persija, Jakarta Timur, Senin (22/7/2019).
Selain mempersiapkan strategi di lapangan, Ismed turut mempersiapkan mental bertanding di kandang lawan.
Pemain berusia 39 tahun itu menilai timnya akan mendapatkan tekanan besar dari para suporter tim tuan rumah.
"Saya juga merasa mental sangat penting ketika bermain disana, karena tekanan dari suporter disana itu sangat besar jadi kami ingin mempersiapkan mental dengan baik," tutur pemain asal Aceh tersebut.
Leg kedua final Piala Indonesia antara PSM Makassar menghadapi Persija Jakarta akan berlangsung di Stadion Andi Matalatta, Makassar, pada Minggu (28/7/2019) mendatang.
Persija Jakarta Bakal Main Bertahan saat Bertandang ke Kandang PSM Makassar

Wakil kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan meminta kepada rekan-rekannya tidak berpuas diri dengan hasil kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar di pertemuan pertama final Piala Indonesia.
Kemenangan tipis yang didapat Persija Jakarta di kandang sendiri menjadi modal penting saat bertandang ke markas PSM Makassar di leg kedua final Piala Indonesia.
Ismed bersyukur mampu menjaga lini pertahanan Persija Jakarta tanpa kebobolan dari pemain PSM Makassar.
Hal itu mempermudah langkah skuat Ibu Kota untuk bisa menjuarai turnamen paling bergengsi Piala Indonesia.
"Pertandingan final ini kan formatnya kandang tandang, jangan sampai kebobolan karena gol tandang itu sangat berpengaruh untuk tim ke depannya," ucap Ismed saat ditemui di Mess Persija, Senin (22/7/2019).
Di leg kedua nanti, Ismed memastikan timnya akan merubah pola permainan menjadi lebih bertahan.
Hal ini dilakukan untuk menghindari gempuran para pemain PSM Makassar sepanjang pertandingan berlangsung.
"Jadi saya pikir kami akan lebih bertahan ketika bermain di Makassar. Saya juga menyadari PSM akan bermain menyerang karena mereka ketinggalan satu gol," tutur pemain berposisi bek kanan tersebut.