Menjaga Warisan Dunia Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada di sebelah barat dari pulau sumatera memiliki luas area hampir 1.4 juta hektar.
Wido menambahkan, meskipun kekayaan keanekaragaman hayati tinggi di dalam kawasan tapi ancaman terhadap kawasan juga tinggi.
Dalam salah satu kegiatan “Sumatran Tiger Project”, pemantauan terhadap satwa dan tumbuhan dilakukan di luar dan di dalam kawasan taman nasional.
Dari hasil yang dilakukan, ternyata ancaman berupa perburuan dengan menggunakan jerat atau dengan senapan angin, perambahan, dan pembalakan masih banyak dan sering ditemui di dalam kawasan.
• Warga Kayu Aro Resah dan Panik, Gunung Kerinci Semburkan Abu Vulkanik
• Penyelamatan Burung Air di Rawa Bento, Taman Nasional Kerinci Seblat
BBTNKS pun melakukan berbagai upaya demi keamanan kawasan. Seperti kegiatan patroli rutin didalam dan sekitar kawasan TNKS yang dilakukan setiap bulannya. Terhitung sejak Januari hingga Juni 2019 saja, tim di lapangan telah melaksanakan patroli dengan total jarak tempuh sepanjang 2.475 km.
Tim dari taman nasional bersama FFI-IP mendapati tidak kurang dari 220 jerat, 215 titik lokasi perambahan, pembalakan, dan perburuan burung di dalam dan sekitar kawasan taman nasional.
Menurut Tamen, upaya penegakan terhadap tindak kejahatan satwa liar perlu dilakukan.
“Kami sita jerat yang kami temui. Kami menyita alat yang berupa senapan angin dan gergaji mesin, memberikan surat teguran atau peringatan, hingga menangkap para tersangka dan pelaku. Kegiatan patroli harus sering dilakukan bersama mitra demi mengurangi ancaman satwa atau tumbuhan di dalam kawasan. Jangan sampai warisan dunia di salah satu tanah Sumatera menjadi punah!,” jelas Tamen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gunung-kerinci-3.jpg)