Atap Rumah Tetangganya Ambruk, Yanti Khawatir Takut Terkena Imbasnya

"Karena ini sebenarnya rumahnya satu tapi dibagi tiga, atapnya menutup satu rumah ini," ujarnya.

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana rumah Sudibyo dan Yanti yang bersebelahan pada Jumat (26/7/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Yanti mengaku khawatir takut rumahnya bakal terkena nasib yang serupa dengan Sudibyo, pemilik rumah yang atapnya roboh mendadak.

Pasalnya, rumahnya satu atap dengan rumah milik Sudibyo di Jalan Nuh RT 002 RW 004, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Karena ini sebenarnya rumahnya satu tapi dibagi tiga, atapnya menutup satu rumah ini," ujarnya kepada TribunJakarya.com di lokasi pada Jumat (26/7/2019).

Awalnya, rumah itu berukuran 120 meter persegi, namun dibagi menjadi tiga bagian dengan masing-masing rumah seluas 40 meter persegi.

"Takutnya merembet ke rumah saya, tapi besok katanya petugas juga mau datang untuk mengecek rumah kita. Katanya sih gentengnya mau diturunin semua," kata Yanti.

Penyebab robohnya atap rumah Sudibyo diduga karena telah berusia puluhan tahun.

"Rangka kayu di atasnya mau dicek, memang udah enggak layak sih," tandasnya.

Sebelumnya, Sebuah atap rumah di Jalan Nuh RT 002 RW 004 Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, roboh.

Ambruknya atap rumah itu terjadi pukul 12.00 WIB pada Jumat (26/7/2019).

Pemilik rumah, Sudibyo (56), panik bukan kepalang usai mendengar suara atap rumahnya yang roboh.

"Saya lagi di rumah terus mendengar bunyi keras, kaget ternyata atap rumah berhamburan di bawah," terangnya kepada TribunJakarta.com di lokasi.

Beruntung, istri dan anaknya sedang pergi saat atap rumahnya ambruk menjatuhi ruang bagian tengah.

"Istri saya lagi ngaji, anak lagi sekolah. Saya beruntungnya enggak kena juga," lanjutnya.

Semalam sebelum kejadian, terang Sudibyo, tetangga sekitar mendengar bunyi retakan dari atap rumah.

"Dari semalam sebenarnya tetangga sudah bilang mendengar ada bunyi retakan dari rangka kayu di atas, tapi enggak ada yang curiga," katanya.

Menurut Sudibyo, rangka kayu atap telah rapuh sehingga sangat mudah ambruk.

"Bangunan ini sudah 25 tahun berdiri. Sudah keropos sekali rangka kayu-kayunya, menurut saya karena udah tua makanya ambruk," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved