Kunjungi Pulau Onrust Peserta Rumah Kreatif Bersatu Nusantara, Awali dengan Baca Ayat Kursi

"Ayuk bu baca Ayat Kursi," ujarnya tiap kali bertemu dengan rekan satu komunitasnya, Selasa (30/7/2019).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Peserta dari Rumah Kreatif Bersatu Nusantara (RKBN) Pulo Kambing saat berada di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Selasa (30/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAU SERIBU - Setiap melakukan sesuatu tentunya harus diawali dengan doa.

Apalagi ketika hendak berpergian ke tempat yang tak berpenghuni.

Hal itu yang dilakukan peserta Rumah Kreatif Bersatu Nusantara (RKBN) Pulo Kambing, Eneng Nurmala saat mengikuti acara Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur.

Dengan beragendakan mengunjungi Kepulauan Seribu sebagai destinasi parawisata, wanita 43 tahun ini terus melantunkan ayat suci.

Selama perjalanan mulutnya terlihat komat-kamit.

Apalagi ketika mengunjungi Pulau Onrust yang ada di Kepulauan Seribu.

"Ayuk bu baca Ayat Kursi," ujarnya tiap kali bertemu dengan rekan satu komunitasnya, Selasa (30/7/2019).

Eneng mengatakan ia terus melantunkan ayat kursi untuk menghindari marabahaya dan hal-hal yang tidak diinginkan selama mengunjungi Pulau yang tak berpenghuni.

"Namanya juga datang ke tempat baru dan enggak berpenghuni. Makanya saya terus baca-baca (ayat kursi) aja. Enggak tau deh ini udah yang keberapa," lanjutnya.

Untuk diketahui, Pulau Onrust adalah salah satu pulah yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pulau ini disebut juga Pulau Kapal pada masa kolonial Belanda.

Sebab Pulau Onrust merupakan persinggahan kapal sebelum menuju Batavia pada zamannya.

Pulau Onrust sendiri diambil dari keturunan bangsawan Belanda yang bernama Baas Onrust Cornelis van der Walck.

Pulau Onrust juga memiliki arti yakni artinya tak pernah istirahat.

Di dalam Pulau Onrust terdapat arkeologi pada masa kolonial Belanda dan sebuah rumah yang masih utuh.

Namun sejak Gunung Krakatau meletus, terjadilah tsunami di lokasi tersebut.

Sehingga ketika kita berkunjung ke tempat ini, beberapa bangunan sudah mulai rubuh dan akhirnya diperbaharui kembali namun tak menghilangkan bentuk aslinya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved