Idul Adha 2019

Penjual Hewan Kurban Sebut Penjualan Hewan Kurbannya Sepi Pasca Pemilu

Namun dengan jumlah itu, disebutkan Juwono ia merasa penjualan hewan kurnan cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya

Tayang:
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Juwono (memakai topi) di lapak penjualan hewan kurbannya saat ditemui, di Jalan Jati VI, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Juwono (26) merupakan satu diantara penjual hewan kurban di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara.

Saat ditemui, Rabu (31/7/2019), Juwono tengah sibuk mengurus sapi-sapi dan kambing di lapaknya yang berada di Jalan Jati VI, Tanjung Priok.

Pria asal Demak itu diketahui sudah berjualan sejak 13 Juli 2019 lalu.

Dengan persiapan 47 ekor sapi dan 60 ekor kambing yang dibawanya dari Demak juga.

"Saya bawa 47 ekor sapi dan 60-an kambing, tapi kambing sudah ditambah sekira seratusan totalnya hingga saat ini," kat Juwono saat ditemui, Rabu (31/7/2019).

Kurang dari 20 hari berjualan, tersisa 19 ekor sapi yang belum terjual di lapaknya hingga siang ini.

Juwono diketahui menjual empat jenis sapi, yakni Limosin, Brangus, Simmental dan Sapi Jawa.

Dari keempatnya, Limosin menurutnya yang paling banyak dicari saat ini.

Namun dengan jumlah itu, disebutkan Juwono ia merasa penjualan hewan kurnan cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Persiapan sapi ada 47 tapi sisa 19 sekarang, tapi perasaan saya tahun ini kayak sepi gitu. Soalnya habis pemilu kan. Jadi tokoh masyarakat yang biasanya beli, kemarin ikut nyaleg jadi enggak beli, kayaknya berkurang aja," kata dia.

Curi 8 Besi Penutup Drainase, Andre Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Link Live Streaming SCTV Timnas U-15 Indonesia Vs Timor Leste, Pertandingan Dimulai Pukul 15.00 WIB

Berbeda dengan tahun 2018 lalu, tahun ini Pria 26 tahun itu menjual dua sapi jenis limosin yang beratnya terbilang lumayan. Yakni, 850 kilogram dan 750 kilogram.

Keduanya diakui Juwono telah terjual dan dibeli setelah melalui proses pemesanan sebelumnya.

"Biasanya saya kecil-kecil paling enggak 700 kilogram. Tapi ini kemarin dihubungi ada yang pesan besar, saya kasih tahu adanya begini, dan langsung Ok. Kalau enggak ada yang pesan saya enggak berani ambil juga. Karena kan resiko kalau tidak terjual," ucapnya.

Juwono yang saat ini tengah berjualan hewan kurban bersama pamannya Pajimin (63) berharap agar hewan kurban yang dijualnya tetap sehat dan ludes terjual.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved