Kebut Operasional, PLTSa Sumur Batu Bekasi Diuji Coba

Tri mengaku uji coba ini nantinya akan menjadi ajang pembuktian apakah PLTSa yang dibangun PT NWA laik digunakan atau tidak. 

Kebut Operasional, PLTSa Sumur Batu Bekasi Diuji Coba
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
Petugas saat mengoperasikan mesin PLTSa Sumur Batu ketika diuji coba, Jumat (2/8/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali melakukan uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu yang dikembangkan PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jumat (2/7/2019).

Uji coba ini merupakan yang pertama usai Presiden Joko Widodo memanggil Wali Kota Bekasi serta, beberapa kepala daerah lain yang mendapat amanat melalui Perpres nomor 35 tahun 2018 tentang percepatan pembangunan PLTSa. 

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sempat melakukan sidak di PLTSa Sumur Batu setelah dirinya dipanggil presiden. Dalam sidak itu, dia meminta agar pengembang PLTSa Sumur Batu segera merampungkan proyek pengelolaan sampah tersebut. 

Uji coba kali ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, dia didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (LH) serta beberapa tim dari Kemenko Maritim, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan perwakilan PLN. 

"Ini adalah tindak lanjut dari rapat terbatas yang dilakukan bersama Pemerintah Pusat dalam rangka percepatan pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan berupa listrik," kata Tri saat meninjau proses uji coba PLTSa. 

Tri sempat beberapa kali melihat proses produksi listrik hasil pengolahan sampah melalui teknologi yang dikembang PT NWA.

Tri mengaku uji coba ini nantinya akan menjadi ajang pembuktian apakah PLTSa yang dibangun PT NWA laik digunakan atau tidak. 

Uji coba akan berlangsung selama dua hari hingga Sabtu, 3 Agustus 2019. Selama dua hari ini, mesin pengolahan sampah akan dioperasikan tanpa henti untuk melihat kemampuan dan daya produksi listrik yang dihasilkan. 

"Untuk mesin yang sudah ada dan diujicoba ini mampu mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari dengan kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 1,5 megawatt," jelas dia. 

Tri menambhakan, hasil uji coba nantinya akan dirapatkan kembali oleh tim dari Kemenko Maritim dan tim percepatan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved