Fakta Penembakan Massal di Walmart El Paso: Pelaku 21 Tahun Gunakan AK, Saksi Sembunyi di Kontainer

Sebanyak 20 orang tewas dan 26 orang terluka akibat penembakan massal di Walmart El Paso, Sabtu (3/8/2019), yang dilakukan Patrick Crusius (21).

Editor: Y Gustaman
AFP via BBC
Inilah potongan rekaman yang memperlihatkan pelaku penembakan massal di Walmart El Paso, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (3/8/2019). Dilaporkan 20 orang tewas karena penembakan massal tersebut. 

Patrick Crusius diduga mendukung Brenton Tarrant, pelaku pembantaian masjid di Christchurch, Selandia Baru, Maret lalu.

Brenton Tarrant menembaki jemaah Masjid Al Noor serta Linwood di Christchurch ketika mereka tengah melaksanakan salat Jumat.

Dalam insiden tersebut sebanyak 51 jemaah tewas dan 49 lainnya terluka. Selandia Baru langsung bersikap dengan melarang senjata level militer beredar.

Patrick Crusius disebut pernah bersekolah di Collin College McKinney, dari musim gugur 2017 hingga musim semi 2019.

Pihak sekolah mengaku terkejut dan sedih atas peristiwa itu. Presiden sekolah Neil Matkin dalam keterangan resmi menyatakan, mereka siap bekerja sama dalam penyelidikan yang digelar oleh polisi lokal maupun federal.

"Kami bersama Gubernur Texas dan seluruh masyarakat yang ada di sini menyampaikan duka yang mendalam bagi para korban dan keluarga mereka," ujar Matkin.

Pemuda bermasalah

Juru bicara Kepolisian El Paso Sersan Robert Gomez mengatakan, Patrcik Crusius ditahan "tanpa insiden", dan tidak percaya jika ada pelaku lain dalam penembakan massal itu. 

Dalam konferensi pers Sabtu sore, Kepala Polisi El Paso Greg Allen menyebut soal manifesto itu, dan berujar dokumen itu mungkin ada "hubungan" dengan penembakan tanpa bersedia menjabarkannya.

Gubernur Texas Greg Abbott menyebut peristiwa ini sebagai "hari paling mematikan dalam sepanjang sejarah negara bagian itu".

Rekaman video yang beredar di media sosial seperti dilansir The Independent memperlihatkan pemuda itu masuk sambil membawa senapan serbu AK-47 dan menembaki pengunjung.

Kepada CBS News, sumber dari kepolisian mengungkapkan Crusius dikenal sebagai "pemuda bermasalah" dan penyendiri.

Polisi disebut memeriksa manifesto yang dibuatnya. Manifesto itu beredar di sebuah forum daring bernama 4Chan, di mana Crusius mengklaim penembakan itu merupakan respons atas "invasi Hispanik di Texas".

Pengunjung Walmart di El Paso, Texas, keluar dari dalam toko usai insiden penembakan massal, Sabtu (3/8/2019).
Pengunjung Walmart di El Paso, Texas, keluar dari dalam toko usai insiden penembakan massal, Sabtu (3/8/2019). (REUTERS/JORGE SALGADO)

Dia juga menyebutkan soal Great Replacement, sebuah teori konspirasi yang berkembang di kalangan kelompok supremasi kulit putih, dan pada intinya menyebut bangsa keturunan Eropa tengah kewalahan.

"Pada dasarnya, Amerika sudah mulai membusuk dari akarnya dan cara damai untuk mencegah kejadian ini nampaknya hampir mustahil," demikian sepenggal kalimat di manifesto Crusius.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved