Fakta Penembakan Massal di Walmart El Paso: Pelaku 21 Tahun Gunakan AK, Saksi Sembunyi di Kontainer
Sebanyak 20 orang tewas dan 26 orang terluka akibat penembakan massal di Walmart El Paso, Sabtu (3/8/2019), yang dilakukan Patrick Crusius (21).
Dia juga menyalahkan para politisi baik dari Partai Republik maupun Demokrat, dan menyatakan dukungan terhadap aksi pembantaian yang terjadi di Selandia Baru.
Sembunyi di kontainer
Pengunjung Walmart dan saksi mata insiden penembakan massal di Texas menceritakan bagaimana puluhan orang menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di dalam kontainer.
Saksi Kianna Long mengatakan sekitar 100 orang pengunjung Walmart berhasil selamat setelah bersembunyi di dalam kontainer baja, tempat menyimpan barang-barang milik toko.
Long menggambarkan bagaimana karyawan Walmart mengarahkan pengunjung ke bagian belakang toko dan menyuruh mereka masuk ke dalam kontainer.
"Mereka mengatakan kepada kami untuk bersembunyi di dalam kontainer paling akhir, berjaga-jaga jika pelaku penembakan mulai menembak kembali," ujar Long kepada Fox News.
Long bersembunyi bersama-sama dengan puluhan orang lainnya.
"Saya kira pengunjung yang bersembunyi lebih dari 50 orang, tetapi tidak sampai 200 orang," ujarnya.
Saat itu Long sedang bersama suaminya berbelanja di bagian belakang toko, saat tiba-tiba mendengar suara letusan, yang awalnya dipikir adalah suara kembang api.
Namun kemudian dia melihat para pengunjung toko mulai merunduk, berlari, dan berteriak tentang ada penembak di dalam toko.

"Situasi saat itu benar-benar kekacauan massal," lanjutnya, menambahkan dia mulai kembali mendengar suara tembakan yang semakin sering.
Long dan suaminya lantas mulai berlari ke bagian belakang toko dan memberi tahu pengunjung lainnya tentang penembak sebelum mengikuti para karyawan toko.
Pernyataan polisi, dilansir Sky News, menyebut ketika penembakan terjadi, Walmart sedang penuh dengan pengunjung, sekitar 3.000 orang.
Saksi mata lainnya, Gleon Oakly mengatakan kepada CNN, dia sedang berada di bagian alat-alat olahraga ketika seorang anak berteriak sambil berlari karena adanya tembakan.
Oakly mengungkapkan, awalnya para pengunjung tidak memedulikan ucapan bocah tersebut, hingga beberapa menit kemudian mereka mendengar sendiri tembakan itu.