Jelang Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera Musiman Mulai Menjamur di Tanjung Priok

Pria 35 tahun itu diketahui berasal dari Cirebon, Jawa Barat dan sengaja merantau ke Jakarta untuk berdagang bendera untuk beberapa waktu kedepan

Tayang:
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
ilustrasi pedagang bendera 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pedagang bendera musiman mulai menjamur di sejumlah titik lokasi  di Tanjung Priok, Jakarta Utara menjelang Hari Ulang Tahun ke-74 Indonesia, 17 Agustus 2019 mendatang.

Dengan menggunakan gerobak yang diisi dengan berbagai ukuran dan  jenis bendera, pedagang tersebut rata-rata menjual bendera secara berkeliling.

Didalam gerobak itu juga terdapat tumpukan  bambu berkelir merah putih yang juga dijual untuk pelengkap umbul-umbul.

Satu diantara pedagang bendera musiman Apip (35) mengatakan ia sudah berjualan sejak, Minggu (28 Juli 2019) lalu.

Pria 35 tahun itu diketahui berasal dari Cirebon, Jawa Barat dan sengaja merantau ke Jakarta untuk berdagang bendera untuk beberala waktu kedepan.

"Sudah jualan dari 28 Juli kemarin, jualannya dari pagi sampai sore keliling Tanjung Priok aja," kata Apip, saat ditemui di wilayah Jalan Bugis. Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/8/2019).

Apip sudah berkeliling sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 WIB.

Ia menjual bendera berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 150 ribu, sementara baground bendera berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 550 ribu.

Untuk umbul-umbul Apip membuka harga Rp 45 ribu, dan untuk bambunya yang berukuran sekira 3 meter Rp 15 ribu.

"Bendera kain lima ribu, bendra ukuran 180 Rp 150 ribu, ukuran 135 Rp 100 ribu, ukuran 120 Rp 70 ribu, ukuran 90 Rp 50 ribu. Baground ukuran 5 meter Rp 300 ribu, kalau yang  meter Rp 550 ribu. Umbul-umbul Rp 45 ribu, bambunya Rp 15 ribu," kata Apip memaparkan.

Namun disebutkan Apip harga tersebut masih bisa dinego bila pembeliannya dalam jumlah banyak.

Selain Apip, Dani (28) juga merupakan pedagang bendera keliling di wilayah Koja dan Tanjung Priok.

Berbeda dengan Apip, Dani menjual bendera miliknya sendiri, sedanglan Apip memiliki bos yang hasil jualannya juga akan dibagi setelahnya.

Dani juga berkeliling menjajakan bendera berkeliling sejak pukul 09.00 pagi hingga sore hari.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved