Mati Lampu

Sudah Beroperasi Normal, Penumpang MRT Masih Khawatir Mati Listrik Kembali

Penumpang kereta listrik Moda Raya Terpadu (MRT), Adi (25) masih merasa khawatir mati listrik dan mengakibatkan laju MRT berhenti.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Suasana di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, tampak tak terlalu ramai, pada Senin (5/8/2019). 

MRT Jakarta Kembali Berlakukan Tarif Normal Hari Ini

Sejumlah teknisi sedang mengecek gerbong MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Sejumlah teknisi sedang mengecek gerbong MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

PT MRT Jakarta kembali berlakukan tarif normal pagi ini pascapulihnya pasokan listrik dari PLN.

Hal itu dikatakan Head Of Corporate Secretary MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, saat dihubungi pada pukul 07.00 WIB, Senin (5/8/2019).

"Iya, tarif MRT sudah berbayar lagi mulai pagi ini," kata Kamaluddin, sapaannya, saat dihubungi.

Sebab, PT MRT Jakarta sempat menggratiskankan biaya perjalanan Moda Raya Terpadu (MRT), kemarin atau Minggu (4/8/2019).

"Benar. Kemarin kami sempat kasih gratis biaya tiket karena sedang alami gangguan listrik," jelas Kamaluddin.

Kamaluddin menjelaskan, kini suplai daya listrik 60MVA ke gardu induk MRT sedang mempertimbangkan cadangan titik pasokan listrik.

Itu dilakukan dengan tujuan kereta listrik MRT dapat terus beroperasi lancar.

"MRT sudah mempertimbangkan cadangan titik pasokan listrik dari dua gardu induk PLN yang berbeda, yaitu (GI) PLN dari GI PLN Pondok Indah dan GI PLN CSW," jelas Kamaluddin.

Sebabnya, pembangkit cadangan atau back-up genset MRT saat ini didesain dan dioperasikan untuk kebutuhan listrik di tiap stasiun MRT saja.

Alhasil, kebutuhan listrik kereta MRT ini membutuhkan energi listrik cadangan.

Namun, Kamaluddin menyatakan energi listrik 60MVA terlalu besar untuk dibuatkan pembangkit cadangan listrik MRT.

"Kebutuhan listrik untuk kereta ratangga sebesar 60MVA, sebetulnya terlalu besar untuk dibuatkan pembangkit cadangan atau backup genset di internal MRT," ucap Kamaluddin.

"Tapi prioritas utama kami tetap berkoordinasi intensif dengan PLN. Nanti kami kabarkan lagi," pungkas Kamaluddin.

MRT Hentikan Operasi untuk Sementara

Kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018).
Kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018). (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

Buntut gangguan listrik PLN, pihak MRT menutup layanannya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved