Pengedar Sabu 10 Kilogram Pakai Modus Pindah-pindah Kos untuk Kelabui Petugas

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, modus yang dipakai pelaku adalah berpindah-pindah tempat kos.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Deny Alamsyah (35), pengedar sabu 10 kilogram yang ditangkap Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Deny Alamsyah (35), pengedar sabu 10 kilogram yang ditangkap Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, telah beraksi selama enam bulan.

Selama enam bulan ini, pelaku menggunakan modus baru untuk mengelabui petugas.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, modus yang dipakai pelaku adalah berpindah-pindah tempat kos.

"Jadi pelaku sudah enam bulan beroperasi dan dia modusnya dari tempat kos satu ke tempat kos lain," ucap Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (6/8/2019).

Dalam kasus ini, polisi mendapati tiga tempat kos yang dipakai pelaku untuk menyebar sabu yang ia edarkan.

Lokasi pertama adalah tempat kos di Kompleks Pertamina, Koja, Jakarta Utara. Di sana, pelaku menyimpan 8 kilogram sabu yang dimasukkan ke dalam koper.

Tempat kos kedua yang disewa pelaku berada di Jalan Sungai Landak, Cilincing, Jakarta Utara.

Hasil penggeledahan di tempat kos kedua, polisi mengamankan barang bukti 2 kilogram sabu yang disimpan dalam kotak kosmetik.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan menemukan tempat kos ketiga yang disewa pelaku di Jalan Sungai Kampar, Cilincing, Jakarta Utara.

"Di sana ditemukan alat timbangan, serta empat unit handphone. Juga kita amankan mobil Toyota Altis," jelas Budhi.

Selama ini, polisi rutin mengungkap penyelundupan narkoba di lingkungan apartemen. Karenanya, modus pindah-pindah tempat kos ini dinilai masih tergolong baru.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Aldo Ferdian mengatakan, stok 10 kilogram sabu-sabu yang disimpan pelaku kemudian dipecah menjadi bungkusan-bungkusan kecil.

Pelaku akan mencari kosan baru ketika stok sabu yang ia simpan habis terjual.

"Jadi dia itu kalau habis, cari tempat baru, habis cari tempat baru," ucap Aldo.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved