Sebelum Dibunuh, Khoriah Curhat ke Orang Tua Kerap Bertengkar dengan Suami

Mahmud (48), paman korban membenarkan bila Khoriah sempat menghubungi orang tuanya beberapa jam sebelum ditemukan tewas.

Sebelum Dibunuh, Khoriah Curhat ke Orang Tua Kerap Bertengkar dengan Suami
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ahmad Sayuti saat menunjukkan foto Khoriah semasa hidup di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Khoriah ditemukan warga RT 10/RW 05 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati tewas bersimbah darah di kontrakannya pada Selasa (6/8/2019) sekira pukul 03.00 WIB.

Dia dibunuh suaminya, Jumharyono (43) yang diduga mengidap hypersex atau terobsesi berhubungan seksual karena kesal permintaan hubungan badannya ditolak Khoriah.

Sebelum ditemukan tewas, pada Senin (5/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB adik sulung Khoriah, Ahmad Sayuti (25) mengatakan kakaknya sempat menghubungi orang tua.

"Kakak nelpon orang tua, cerita soal dia sama suaminya sering berantem di Jakarta. Makannya pas pagi dapat kabar keluarga kaget, karena malamnya habis telponan," kata Ahmad di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019).

Kala menelepon orang tuanya yang tinggal di Desa Dukuhbadag, Kabupaten Brebes Khoriah menyebut sedang bersama suaminya di kontrakan.

Ahmad menduga Jumharyono yang baru pulang kerja dari Pasar Induk Kramat Jati mendengar percakapan kakaknya dengan orang tua lewat telpon.

"Di telpon kakak bilang, orangnya (Jumharyono) ada. Mungkin karena dia mendengar kakak nelpon takut dilaporkan ke orang tua dan diminta cerai, makanya berantem," ujarnya.

PBNU Gelar Doa Bersama untuk KH Maimoen Zubair

Sirkulasi Udara dan Stigma Masyarakat Jadi Kendala Pencegahan TBC Belum Maksimal

Tak lama Khoriah mengabari dia sedang bersama Jumharyono, sambungan telpon Khoriah dengan orang tuanya di kampung terputus.

Ahmad menyebut pihak keluarga baru mengetahui tewas sekira pukul 07.00 WIB dari tetangga dekat korban dan segera berangkat ke Jakarta.

"Keluarga tahunya hanya sering berantem, hanya cek-cok mulut. Yang kita tahu enggak pernah sampai berantem fisik. Kalau sama pelaku kenal, tapi enggak kenal banget," tuturnya.

Mahmud (48), paman korban membenarkan bila Khoriah sempat menghubungi orang tuanya beberapa jam sebelum ditemukan tewas.

Dia mengatakan Khoriah memang mengeluhkan pernikahannya dengan Jumharyono yang mengidap kelainan seksual, yakni hypersex.

"Dari beberapa waktu lalu memang bilang kalau sudah enggak kuat, pas kemarin malam nelpon juga bilang ke orang tuanya. Tapi kalau KDRT atau bagaimana kamu enggak tahu," kata Mahmud. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved