Sirkulasi Udara dan Stigma Masyarakat Jadi Kendala Pencegahan TBC Belum Maksimal

TB atau dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Micobacterium Tubeculosis)

Sirkulasi Udara dan Stigma Masyarakat Jadi Kendala Pencegahan TBC Belum Maksimal
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana sosialisasi pencegahan TB di RPTRA Payung Tunas Teratai, Cipayung, Jakarta Timur yang diadakan atas kerjasama Kemenristekdikti dan Urindo, Selasa (6/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sirkulasi udara yang tak sehat dan stigma masyarakat masih jadi kendala sulitnya pencegahan Tuberculosis (TB) secara maksimal.

TB atau dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Micobacterium Tubeculosis).

TB menyerang siapa saja, terutama mereka yang berumur produktif dan masih aktif bekerja (15-50 tahun) serta anak-anak. TB juga akan berakibat kematian apabila penderita tidak diobati secara tuntas.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Respati Indonesia (Urindo), Dr Yety Sulistyowati S.K.M, M.Si Med menceritakan ventilasi udara dan mindset masyarakat yang kurang menjadi pencegahan kurang maksimal selama ini.

"Ketika penderita TB batuk, bersin atau berbicara keluar diudara kemudian terhirup maka akan dapat menyebar di bagian tubuh lain ketika terhirup. Kalau sistem imunnya lemah maka akan tertular. Maka dari itu penting sekali untuk membuka jendela setiap hari supaya ada sirkulasi udara," ungkapnya saat ditemui di Urindo, Selasa (6/8/2019).

Penderita TB yang masih dijauhi karena pengetahuan masyarakat yang kurang juga menjadi kendala lain.

Padahal pada realitanya, penderita tidak perlu dijauhi sebab penularnya juga bergantung pada sistem daya tahan tubuh.

"Penderita yang TB makanya harus menggunakan masker. Ketika imun kita kuat, akan sulit tertular. Penderita TB juga dapat sembuh dengan menelan obat TB secara lengkap dan teratur sampai sembuh. Jadi tak perlu dijauhi," sambungnya.

Remaja Ini Dipekerjakan di Cafe: Upah Rp 2 Ribu per Cangkir dan Berikan Layanan Intim

Nina Zatulini Hanya Ingin 2 Anak, Suami Ingin Nambah Hingga 6 Anak

Adapun beberapa cara pencegahan TB yang dianjurkan oleh Yety, diantaranya:

Halaman
12
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved