Antisipasi Narkoba di Lingkungan Kampus, Ukrida Gandeng Polri dan Rutin Lakukan Tes Urine
Dewi mengatakan, apabila nantinya ada mahasiswa yang terbukti mengkonsumsi narkoba, pihak kampus tak bakal lepas tangan.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Mengantisipasi beredarnya narkoba di lingkungan kampus, Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) menggandeng Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokpol) dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.
Kepala Humas Ukrida, Dewi Kumala Sari mengatakan, pihaknya telah tiga tahun ini bekerjasama dengan Biddokpol dan Pusdokkes Polri terkait pencegahan narkoba.
Karenanya, pemahaman tentang pencegahan narkoba rutin diberikan.
Termasuk, kepada ratusan mahasiswa baru.
"Ukrida merupakan kampus pertama yang mendeklarasikan sebagai kampus tanpa narkoba bersama Biddokpol dan Pusdokkes Polri," kata Dewi di Kampus Ukrida, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (7/8/2019).
Salah satu upaya untuk memastikan kampus tersebut bebas narkoba yakni dengan menggelar tes urine secara mendadak.
Tak hanya kepada para mahasiswa, namun juga kepada karyawan dan para dosen.
"Ini sebagai bentuk komitmen kami dalam pemberantasan narkoba," kata Dewi.
• Uji Coba PLTSa Sumur Batu Bekasi Gagal, Pengembang PT NWA Bakal Kena Surat Peringatan
• Penemuan Tulang Belulang di Tanjung Priok: Misteri Ikat Pinggang Laki-laki dan Lahan Kosong
Dewi mengatakan, apabila nantinya ada mahasiswa yang terbukti mengkonsumsi narkoba, pihak kampus tak bakal lepas tangan.
Pihak kampus akan mengajak BNN untuk melakukan rehabilitasi terhadap mereka yang menjadi korban dalam penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Subbid Narkoba Biddokpol Pusdokkes Polri, dr Paula Lihawa tak menampik bahwa lingkungan kampus menjadi sasaran empuk para bandar narkoba.
Diketahui, baru-baru ini peredaran narkoba di lingkungan kampus kembali terungkap setelah Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan narkoba ganja lintas kampus.
Dua mahasiswa aktif Universitas Swasta di Jakarta Timur menjadi tersangka setelah menyimpan 11 kilo ganja di dalam kampusnya.
“Makanya perlu namanya pencegahan, salah satunya membentuk satgas dilingkungan kampus,” kata Paula.
Selain itu, ia menyarankan agar kampus melakukan berbagai macam kegiatan mulai dari kampanye anti narkoba, kreatifitas mahasiswa, hingga berbagai kegiatan positif lainnya.