Kurangi Sampah di Jakarta Barat, 200 Ribu Siswa Ditargetkan Jadi Nasabah Bank Sampah
Edi berharap, dengan semakin banyaknya nasabah bank sampah dapat mengurangi pengiriman sampah ke TPA Bantar Gebang.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat menargetkan sebanyak 200 ribu siswa menjadi nasabah baru bank sampah.
Untuk itu, Sudin LH bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat gencar menggalakkan program pengurangan sampah dari sumbernya ke tiap sekolah.
"Saat ini sudah ada 22.600 siswa dari 126 sekolah Adiwiyata telah menjadi nasabah bank sampah. Dan kami menargetkan penambahan sebanyak 200 ribu nasabah baru," kata Kasudin LH Jakarta Barat, Edi Mulyanto saat dihubungi, Rabu (7/8/2019).
Edi berharap, dengan semakin banyaknya nasabah bank sampah dapat mengurangi pengiriman sampah ke TPA Bantar Gebang.
Sebab, sampah anorganik seperti botol plastik dapat dijual ke bank sampah untuk dapat kembali dimanfaatkan.
"Setelah dijual ke bank sampah di sekolah maka uangnya dimasukkan ke dalam rekening siswa yang menjadi nasabah bank sampah," kata Edi.
Edi menuturkan, hingga saat ini pihaknya telah memiliki sebanyak 655 bank sampah unit (BSU) di lingkungan pemukiman warga yang tersebar di delapan kecamatan.
Sedangkan untuk pengurangan sampah dari sumbernya di Jakarta saat ini dengan adanya bank sampah telah mencapai sekitar 19 persen.
"Ditargetkan tahun 2020, pengurangan mencapai target 30 persen," katanya.