Pembunuh Istri di Kramat Jati Dijerat Pasal Perlindungan Anak

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman mengatakan pria Jumharyono tak hanya dijerat dua pasal dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Pembunuh Istri di Kramat Jati Dijerat Pasal Perlindungan Anak
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jumharyono (43) saat diperiksa penyidik Unit Reskrim Polsek Kramat Jati, Selasa (06/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jumharyono (43) yang membunuh istrinya, Khoriah pada Selasa (6/8/2019) dini hari kemarin dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto 351 KUHP tentang Penganiayaan.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman mengatakan pria Jumharyono tak hanya dijerat dua pasal dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

"Nanti pasti dijerat pasal lagi karena dia membakar kontrakan anaknya terluka, mengalami luka bakar. Jadi enggak hanya dijerat pasal 338 san 351, ada kekerasan anak juga," kata Nurdin di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/8/2019).

Penetapan pasal yang kuli semangka di Pasar Induk Kramat Jati itu berlangsung seiring proses hukumnya bergulir hingga nanti ke meja hijau.

Nurdin menuturkan penyidik Unit Reskrim Polsek Kramat Jati masih menyiapkan berkas perkara Jumharyono sebelum nanti dikirim ke Kejaksaan Negeri.

"Kan ada barang bukti dan keterangan warga, nanti kami juga berkoordinasi dengan KPAI. Sekarang masih pemeriksaan awal, tapi statusnya sudah tersangka," ujarnya.

Secara hukum pidana, pasal yang nantinya menjerat Jumharyono tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Upaya Mengurangi Antrean Toilet di Mina yang Terbatas, Muassasah Sediakan 8 Toilet Mobile

Sosok Cantik Istri Bupati Tangerang, Jadi Model Foto Pameran 7 Perempuan 7 Rupa

Motor yang Terbakar di Kementerian Luar Negeri Karena Korsleting Listrik

Kaopsnal Yandokpol RS Polri Kombes Edy Purnomo mengatakan RY (4) mengalami luka bakar hingga 46 persen akibat terdampak kobaran api yang sengaja disulut Jumharyono.

Luka bakar yang dialami RY paling parah terdapat di bagian depan tubuhnya, dia tak bisa menyelamatkan diri karena Jumharyono meninggalkannya dalam kontrakan.

"Kondisinya masih stabil, tapi namanya anak-anak dan luka bakarnya hampir 50 persen jadi resikonya masih tinggi. Hampir seluruh badan di bagian depan," tutur Edy.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved