Dinas Pertanian dan Peternakan Pastikan Hewan Kurban di Kota Bekasi Bebas Antraks

"Sejauh ini kita sudah periksa lapak jualan hewan kurban di 12 Kecamatan di Kota Bekasi," ujar dia.

Dinas Pertanian dan Peternakan Pastikan Hewan Kurban di Kota Bekasi Bebas Antraks
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Hewan kurban di Masjid El-Muwahidin Jalan Ir Juanda Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanikan) Kota Bekasi memastikan hewan kurban di wilayah setempat bebas dari penyakit antraks.

Hal ini diketahui setelah proses pengecekan yang dilakukan sejak 22 Juli 2019 lalu hingga hari ini.

Dokter Hewan Berwenang Distanikan Kota Bekasi, Sariwati mengatakan, penyakit antraks memang salah satu penyakit yang dikhawatirkan terjangkit pada hewan kurban.

Sebab kata dia, hewan-hewan ini mayoritas didatangkan dari luar daerah.

"Bekasi bebas antaks, walaupun ketika hewan kurban itu datang ke Bekasi dibarengi dengan surat keterangan sehat tapi kita tetap harus warpada karena kita tidak tahu di jalan kena apa," kata Sariwati.

Selama proses pemeriksaan hewan kurban, Distanikan menerjunkan sebanyak 130 orang petugas yang terdiri dari 18 orang petugas dinas, 6 orang petugas Penyuluhan Lapangan (PPL), 50 orang petugas Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan 56 orang petugas kelurahan.

"Sejauh ini kita sudah periksa lapak jualan hewan kurban di 12 Kecamatan di Kota Bekasi," ujar dia.

Sampai dengan hari ini, total 16.044 sapi, 2.343 kambing dan 478 domba telah diperiksa. Hasilnya, sebanyak 19 ekor sapi, 14 ekor kambing dan 3 ekor domba dalam kondisi sakit.

Adapun sakit yang diderita hewan kurban beragam, berdasarkan temuan petugas pemeriksaan, rata-rata hewan kurban mengalami diare dan kondisi mata merah.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved