Pak Ogah Putaran Bintaro Dikenal Warga Sering Mabuk

Putaran Sektor 9 Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan warga.

Tribunnews.com
Ilustrasi Miras 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Putaran Sektor 9 Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan warga.

Pasalnya, seorang pengendara motor wanita mengaku dilecehkan oleh dua orang pemuda yang mengatur lalu lintas atau pak ogah di sana.

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, wanita berinisial A (16) mengaku dilecehkan dengan cara diremas di bagian dadanya saat hendak berputar di putaran yang berada persis di samping restoran cepat saji McDonald's itu.

Tak hanya sekali, melalui pamannya, A disebutkan mengalami pelecehan itu berturut-turut pada Rabu dan Kamis (7-8/8/2019).

Warga sekitar, Bambang mengenal gelagat beberapa pemuda yang menjadi pak ogah di putaran itu.

Ia mengatakan, biasanya para pemuda itu nongkrong di pinggir jalan dan secara bergantian sebanyak dua orang mengatur lalu lintas di putaran itu.

"Yang dua markir, yang lainnya pada minum dah. Sering banget teriak pada mabuk," ujar Bambang di dekat putaran itu Jumat dini hari (9/8/2019).

Terkait kejadian pelecehan itu, Bambang tidak ingin menyimpulkan dan mengaitkannya begitu saja.

Karena saat kejadian ia tidak melihat langsung.

"Cuma pas kejadian saya enggak tahu juga ya," ujarnya

Selain Bambang, hal yang sama juga diutarakan Ipul.

Pedagang kopi keliling yang sering melintasi putaran McD itu mengatakan para pak ogah memang sering terlihat meminum minuman keras.

"Kalau saya lihat sih memang suka pada mabok. Kelihatan kalau lagi minum," ujar Ipul.

Ia mengatakan, para pemuda itu biasa beroperasi sejak pagi ketika arus lalu lintas padat, sampai malam hari secara bergantian.

Pak Ogah Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Bintaro Lari Setelah Dikejar Keluarga Korban

Keluarga korban pelecehan seksual langsung mengejar pelaku setelah peristiwa tersebut terjadi.

Terduga pelaku yang merupakan dua pemuda yang biasa mengatur lalu lintas atau pak ogah di sekitar putaran McDonald's Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangerang Selatan, dikejar pria bersenjata tajam pada Kamis petang (8/8/2019).

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, di lokasi itu, seorang wanita berinisal A (16) menjadi korban pelecehan seksual saat mengendarai sepeda motor.

Richie, kerabat korban, bahkan menceritakan kejadian itu sudah terjadi sebanyak dua kali pada dua hari berturut-turut, Rabu dan Kamis (7-8/8/2019).

Saat dihubungi, Richie mengaku langsung menuju lokasi putaran selepas kejadian itu.

Ia dan keluarga korban lain sempat mengejar dua pak ogah yang diduga merupakan pelaku peraba payudara itu.

Dua pemuda itu pun lari kocar-kacir.

"Entah masih sadar atau mabuk. Pas saya tadi ke sana mereka langsung lari gitu, diteriakin sama orang-orang gitu," ujar Richie.

Kejadian kejar-kejaran itu disaksikan Bambang, pedagang kelontong sekitar putaran tersebut.

Bambang mengatakan sekitar pukul 16.00 WIB, dua orang pria, keluarga korban, mengejar dua pemuda itu, dan satu di antaranya membawa sajam pisau.

"Iya saya lihat tadi memang ada ramai-ramai. Yang satu mengejar ke sini sambil bawa sajam, pisau," ujar Bambang di lokasi.

Saat Bambang bertanya kepada pria yang mengejar dua pak ogah itu, ia mengaku anaknya baru saja menjadi korban pelecehan.

"Saya sempat tanya, katanya anaknya digrepe dilecehkan," ujar Bambang menceritakan percakapannya dengan pria yang membawa sajam itu.

Bambang mengatakan memang beberapa pemuda sering mengatur lalu lintas di putaran itu.

Namun baru kali ini ia mendengar kejadian peraba payudara.

"Saya sih baru dengar kejadian itu," ujarnya.

Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Seksual di Bintaro Tangerang Selatan

ILUSTRASI - Seorang paman di Pekalongan, Jawa Tengah tega perkosa keponakannya sendiri.
ILUSTRASI - Seorang paman di Pekalongan, Jawa Tengah tega perkosa keponakannya sendiri. (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Seorang wanita berinisial A berusia 18 tahun menjadi korban pelecehan seksual di Tangerang Selatan pada Kamis sore (8/8/2019).

Richie, kerabat korban, menceritakan kejadian itu saat dihubungi awak media.

Ia mengatakan pelecehan itu terjadi di putaran Sektor 9 Bintaro, Pondok Aren, Tangsel, persis di samping restoran cepat saji McDonald's. Pelaku merupakan dua orang pemuda yang biasa mengatur parkir atau pak ogah di putaran itu.

Cara pelaku melakukan tindakan bejat itu adalah saat korban mengendarai motor dan hendak memutar jalan, dua pemuda itu memberhentikan dengan memegang stang dan langsung meraba payudaranya.

Ia menceritakan, korban memang sering melewati jalan itu, dan kejadian begal hari ini, merupakan yang kedua kalinya. Sehari sebelumnya, Rabu (7/8/2019) A juga mendapat pelecehan yang sama.

Pada kejadian hari Rabu, A sedang membonceng anaknya Richie. Sedangkan pada hari Kamis ini, pelecehan itu terjadi saat A sedang mengendarai sepeda motor seorang diri.

"Dia itu megangin stang motor tadi, jadi kaya muu ngeberhentiin gitu lho. Digodain sambil megang sambil remas gitu, stangnya ditarik, jadi anak saya hampir jatuh tadi dari motornya," papar Richie.

"Tapi ternyata ini kejadiannya dari kemarin cuma enggak berani ngomong anaknya. Dari kemarin. Ya ini berulangnya tadi, kemarin sudah. Makanya saya marah banget gitu, tahu begini," tambahnya.

Harga Terbaru 9 Macam Ponsel Oppo dan Spesifikasi Lengkap, dari Seri A1K, F11 hingga Reno 10x Zoom

SBY Tak Diundang ke Kongres V PDIP di Bali, Partai Demokrat Beri Tanggapan Ini

Bus Hibah dari Kemenhub Bisa Ditarik Jika Tidak Bisa Dioptimalkan

Kesaksian Penjaga Saat BNN Menangkap Kurir 200 Kilogram Ganja di Halaman Sekolah

Selepas kejadian itu, Richie langsung menyambangi lokasi dan masih mendapati dua pemuda itu.

Mereka lari terbirit-birit saat diteriaki dan dikejar Richie serta keluarga yang lainnya.

"Entah masih sadar atau mabuk. Pas saya tadi ke sana mereka langsung lari gitu, diteriakin sama orang-orang gitu, ujarnya.

Richie mengatakan sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Tangsel.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, masih belum memberikan keterangan.

"Saya check dulu ya," terang Muharram.

Pantauan TribunJakarta.com pada malam harinya, putaran itu sudah tidak ada pak ogah yang mengatur lalu lintas.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved