Mati Listrik

Pemadaman Listrik Massal, PLN dan Menteri BUMN Digugat Berikan Ganti Rugi Rp 40 Triliun di PN Jaksel

Menurut kuasa hukum LKBHRI Mulkan Let-Let, dampak dari pemadaman listrik akhir pekan lalu bukan hanya soal pemberian kompensasi.

Pemadaman Listrik Massal, PLN dan Menteri BUMN Digugat Berikan Ganti Rugi Rp 40 Triliun di PN Jaksel
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kuasa hukum Lembaga Konsultasi dan Bantuan Rakyat Indonesia (LKBHRI), Mulkan Let-Let, mengajukan gugatan class action atas pemadaman listrik di sebagian Pulau Jawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - PLN kembali digugat atas pemadaman listrik berjam-jam yang terjadi di sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019).

Hari ini, Jumat (9/8/2019), Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Rakyat Indonesia (LKBHRI) resmi mengajukan gugatan perwakilan kelompok atau class action ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan itu ditujukan kepada tiga pihak. Selain Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani, LKBHRI juga menggugat Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Menurut kuasa hukum LKBHRI Mulkan Let-Let, dampak dari pemadaman listrik akhir pekan lalu bukan hanya soal pemberian kompensasi.

Sebab, lanjut dia, terdapat kerugian perdata yang ditimbulkan, baik materil maupun imateril.

Penumpang KRL dan Kolektor Ikan Koi Daftarkan Gugatan Akibat Pemadaman Massal Listrik

"Contohnya ada kebakaran rumah, itu perlu ada pertanggungjawaban," kata Mulkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu.

Dalam gugatan ini, LKBHRI menuntut pihak tergugat, PLN dan Menteri BUMN, memberikan ganti rugi sebesar Rp 40 triliun.

"Nanti Rp 40 triliun itu kita titipkan di pengadilan. Bagi masyarakat yang merasa dirugikan secara perdata baik materil maupun imateril, nanti bisa mengajukan permohonan ke pengadilan untuk ambil ganti rugi," ujar Mulkan.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved