Kak Seto Datangi Polres Tangsel Pertanyakan Hasil Penyelidikan Kasus Meninggalnya Aurel

Kasus Aurel menjadi percontohan kepedulian aparat kepolisian dalam menangani persoalan pelanggaran hak anak.

Kak Seto Datangi Polres Tangsel Pertanyakan Hasil Penyelidikan Kasus Meninggalnya Aurel
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Pemerhati dan Psikolog Anak, Seto Mulyadi dan Komisioner KPAI, Jasra Putra di Mapolres Tangsel, Senin (12/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pemerhati sekaligus Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto, mendatangi Polres Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mempertanyakan hasil penyelidikan kasus meninggalnya Aurellia Qurratu Aini (16) atau Aurel, pada Senin (12/8/2019).

"Kami bersama dengan Mas Jasra Putra (Komisioner KPAI) mencoba untuk mengecek langsung Polres Tangerang Selatan, seberapa jauh kepedulian dan langkah-langjah yang dilakukan dalam upaya memberikan klarifikasi atau penjelasan pada masyarakat luas yang banyak bertanya-tanya bagaimana ini kasus ini," ujar Kak Seto di pelataran Mapolres Tangsel, Senin (12/8/2019).

Kak Seto merasa pihak kepolisian seperti tidak memberikan pemaparan yang jelas tentang hasil penyelidikannya.

Terlebih kasus Aurel sudah menjadi sorotan masyarakat luas.

"Karena selama ini tampak seperti tidak ada penjelasan resmi dari kepolisian. Karena ini bukan delik aduan kan, meninggal walaupun tidak ada aduan dari keluarga ya mohon ada penjelasan dari kepolisan, sehingga masyarakat juga jelas," ujarnya.

Jumlah Pasien Timor Leste yang Berobat ke Rumah Sakit Siloam Meningkat Hingga 400 Persen

Kak Seto juga memperhatikan para Capaska lain yang sedang berlatih di seluruh kota di Indonesia.

Kasus Aurel menjadi percontohan kepedulian aparat kepolisian dalam menangani persoalan pelanggaran hak anak.

"Apa lagi sedang semua masyarakat mempersiapkan upacara 17 Agustus dan di berbagai tempat juga ada para anggota Paskib yang tentu juga membutuhkan perhatian yang sampai jangan ada sampai ads pelanggaran hak anak. Kalau ini saja terkesan seperti tidak ada kepedulian bagaimana di tempat-tempat lain," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Aurel meninggal dunia pada masa pelatihan Paskibraka Tangsel.

Aurel merupakan calon Paskibraka (Capaska) dari SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong.

Orang tua Aurel, sebelumnya, memberikan pernyataan tentang anaknya yang mendapatkan perlakuan seperti ditampar, dicubit hingga disuruh memakan kulit jeruk saat menjalani pelatihan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved