KPAI Usul Pelatih Paskibraka Dilakukan oleh TNI
Alasan KPAI mengusulkan pelatih paskibraka dari TNI, sebab aparat keamanan tersebut dinilai lebih profesional.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, mendesak pihak Pemkot Tangerang Selatan dan sekolah AQ (16) melakukan perbaikan sistem pelatihan paskibraka.
Salah satu perbaikannya, kata dia, meminta pihak TNI untuk melatih paskibraka.
"KPAI meminta pelatih paskibra dilakukan oleh TNI, cek kesehatan pada pagi dan setelah selesai latihan terhadap pasukan 8, 17 bahkan kalau perlu 45, serta perhatian terhadap asupan gizi," kata Jasra, pada konferensi pers di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).
Alasan KPAI mengusulkan pelatih paskibraka dari TNI, sebab aparat keamanan tersebut dinilai lebih profesional.
"Ya karena lebih profesional. Kita lihat, tindakan yang dilakukan seniornya AQ sekarang? Kan seperti itu hasilnya," jelas Jasra.
Pihak KPAI juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Tangerang, Airin Rachmi Diany, dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Devnie beserta perangkat dinas terkait guna melakukan perbaikan tersebut.
• KPAI Belum Mendapat Penjelasan dari Pemkot Tangsel Terkait Kematian Calon Paskibraka Aurel
"KPAI juga menyampaikan beberapa hal terkait peristiwa kejanggalan meninggalnya AQ. Termasuk tanggung jawab Pemda Tangerang Selatan. Dalam hal ini wali kota Tangsel dan jajarannya," ucap Jasra.
Dari pertemuan itu, lanjutnya, wali kota Tangerang Selatan hanya menyampaikan duka mendalam.
"Ya cuma begitu saja, menyampaikan duka mendalam. Minta maaf pun belum ada," imbuh Jasra.
Selanjutnya, tim monitoring dan evaluasi dari KPAI bakal terus menanyakan langkah-langkah tanggung jawab Pemda Tangerang Selatan ihwal perbaikan sistem penyelenggaraan Paskibraka Tangerang Selatan.
"KPAI bakal terus menanyakan soal perbaikan pelatihan paskibraka ini. Soalnya ini sudah genting, dan harus diputus rantai kematian ini. Jangan sampai ada AQ yang lainnya lagi," pungkas Jasra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/komisioner-komisi-perlindungan-anak-indonesia-kpai-jasra-putra.jpg)