Breaking News:

Perluasan Ganji Genap Disebut Halangi Masyarakat Dapatkan Pelayanan Kesehatan, Ini Kata Anies

kebijakan perluasan ganjil genap dibuat demi mengendalikan kualitas udara di Jakarta tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat akan pelayanan rumah sakit

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur Anies Baswedan saat ditemui awak media di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjawab kritik yang menyebut perluasan ganjil genap menghalangi masyarakat menuju rumah sakit.

Pasalnya, posisi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang berada di sekitar ruas jalan terdampak ganjil genap, yaitu ruas Jalan Pramuka Raya, Salemba Raya, dan Kramat Raya.

Ia pun menyebut, pihaknya akan menerima seluruh masukan dan kritikan dari masyarakat kepada pemerintah soal perluasan ganjil genap ini.

"Sekarang masa uji coba, pada masa uji coba kami menjaring semua potensi masalah yang bisa dibuatkan solusinya," ucapnya, Senin (12/8/2019).

Dikatakan Anies, seluruh masukan dan kritikan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dan evaluasi sebelum nantinya Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait perluasan ganjil genap.

"Terimakasih feedbacknya dari masyarakat sehingga bisa membantu kami untuk membuat implementasinya," ujarnya di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Dijelaskan Anies, kebijakan perluasan ganjil genap dibuat demi mengendalikan kualitas udara di Jakarta tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat akan pelayanan rumah sakit.

"Di satu sisi mengendalikan jumlah kendaraan yang efeknya pada pengendalian kualitas udara karena mengurangi emisi," kata Anies.

Bantah Meninggal, Tukang Jagal yang Viral Akibat Disepak Sapi di Cengkareng Hanya Mengalami Lecet

Wacana PNS Kerja di Rumah, Wali Kota Bekasi: Masih Banyak Kebutuhan Masyarakat Belum Terpenuhi

"Tapi, di sisi lain, kebutuhan mendasar dari masyarakat, misalnya pelayanan rumah sakit itu juga bisa dikendalikan," tambahnya menjelaskan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved