Deretan Menteri Muda Jokowi-Maruf dan Komposisi Perwakilan Parpol dan Profesional

Presiden Joko Widodo memastikan sudah mengantongi nama-nama calon menterinya: dari parpol dan profesional. Muncul sejumlah tokoh muda potensial.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
YouTube Kompas TV
Presiden Jokowi berteriak akan membubarkan lembaga yang dianggapnya tak memiliki manfaat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memastikan sudah mengantongi nama-nama calon menterinya: dari parpol dan profesional.

Tak kalah menjadi sorotan adalah 55 persen kalangan profesional dan 45 persen kader partai politik.

"Iya 55 persen profesional, 45 persen dari partai," kata Presiden Jokowi selepas menghadiri HUT Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur seperti dilansir Kompas.com, Rabu (14/8/2019), dalam artikel: Parpol Dapat Jatah 45 Persen di Kabinet, Jokowi: Tak Boleh Menolak.

Presiden Jokowi menegaskan semua pihak harus menerima komposisi tersebut, termasuk ketua umum dan elite parpol.

Meski mendapat jatah yang lebih sedikit dibanding kalangan profesional, namun elite parpol tak boleh menolak karena penyusunan kabinet hak prerogatif presiden.

"Kamu tahu tidak kabinet itu apa? Kabinet itu hak prerogatif presiden. Menteri itu adalah hak prerogatif presiden," sambung Jokowi saat ditanya wartawan apakah parpol bisa menerima komposisi yang telah ditetapkan.

Adapun pengumuman nama-nama yang akan mengisi kabinet barunya, Jokowi mengaku akan melihat momentum yang tepat.

"Kita melihat momentumnya. Mendesak atau tidak mendesak kebutuhan itu. Kita lihat lah. Tapi kalau kita lihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti. Sehingga sebetulnya semakin cepat diumumkan semakin baik. Tapi ini masih tetap kita hitung," kata dia.

Secara spesifik, Presiden Jokowi menyatakan komposisi menteri dari parpol memiliki porsi yang sedikit lebih kecil ketimbang kalangan profesional.

"Partai politik bisa mengusulkan, tetapi keputusan tetap di saya. Komposisinya 45 persen," kata Jokowi saat bertemu pemimpin media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Selain mengungkap gambaran komposisi kabinet mendatang, Presiden Jokowi juga menegaskan posisi Jaksa Agung mendatang tidak berasal dari representasi partai politik.

"Tidak dari partai politik," tegas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dalam sejarahnya Jaksa Agung bisa juga dari luar Kejaksaan Agung.

Meski begitu, dia belum memastikan apakah ini berarti Jaksa Agung akan diisi dari internal Korps Adhyaksa.

Tokoh Muda Potensial

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved