Kak Seto Jajal Push Up Kepal di Polres Tangsel, Bicara Pelatihan Fisik Terkait Pembinaan Paskibraka

Kak Seto mengepal tangannya dan melakukan push up di aspal pelataran Mapolres Tangsel sebanyak satu kali.

Kak Seto Jajal Push Up Kepal di Polres Tangsel, Bicara Pelatihan Fisik Terkait Pembinaan Paskibraka
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, push up dengan tangan mengepal di pelataran Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, push up dengan tangan mengepal di pelataran Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (13/8/2019).

Kak Seto menyontohkan push up kepal itu selepas menghadiri ekspos Polres Tangsel terkait hasil penyelidikan meninggalnya calon Paskibraka Tangsel, Aurellia Qurratu Aini alias Aurel.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com, push up kepal cukup menjadi sorotan lantaran, Aurel yang notabene seorang wanita disuruh untuk push up kepal saat menjalani pelatihan Paskibraka.

Hasil push up kepal itu membuat bekas hitam di pergelangan tangan Aurel.

Aurel meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019) setelah menjalani 22 hari pelatihan Paskibraka.

Polisi Mengaku Tak Temukan Bukti Kekerasan Pada Kasus Meninggalnya Aurel

Kak Seto mengepal tangannya dan melakukan push up di aspal pelataran Mapolres Tangsel sebanyak satu kali.

Setelah push up ia menjelaskan bahwa push up dengan tangan kepal lebih ringan dari pada tangan terbuka.

"Sebetulnya push up jaman sekarang ini kaya gini yang lebih kuat dan lebih mudah. Dibanding gini tenaganya lebih banyak keluar, kalau gini lebih hemat tenaga sebetulnya," ujar Kak Seto.

Kak Seto bahkan berseloroh bahwa dirinya bisa melakukan push up dengan tangan mengepal sebanyak 80 kali.

Namun hal itu ia lakukan pada usia 18 tahun, alias setengah abad yang lalu.

"Saya bisa 80 kali setiap pagi, sampai saat ini, 18 tahun yang lalu, setengah abad yang lalu," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved