Kasus Kurir Narkoba Asal Nigeria yang Menelan 43 Kapsul Sabu Dilimpahkan Ke Kejari Tangsel

Konan membawa 43 kapsul sabu dalam perutnya itu dari Nigeria menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya dikirimkan kepada pemesannya.

Kasus Kurir Narkoba Asal Nigeria yang Menelan 43 Kapsul Sabu Dilimpahkan Ke Kejari Tangsel
ISTIMEWA/Dokumentasi Kejari Tangsel
Eric Konan di kantor Kejari Tangsel, Pondok Aren, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Kasus kurir narkoba asal Nigeria, Eric Konan, yang menelan 43 kapsul sabu untuk mengantarkannya ke wilayah Gading Serpong, Tangerang, kini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Tangsel).

"Pada hari Selasa Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Bareskrim Mabes Polri terkait perkara narkotika atas nama Eric Konan," ujar Kasie Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Sobrani Binzar, di kantor Kejari Tangsel, Pondok Aren, Kamis (15/8/2019).

Banie, sapaan karibnya, menjelaskan, Konan membawa 43 kapsul sabu dalam perutnya itu dari Nigeria menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya dikirimkan kepada pemesannya, Abuschi alias Udoka, yang saat ini masoh buron.

Udoka meminta sabu pesanannya diantar ke Fame Hotel Gading Serpong, namun saat pihak kepolisian menyambangi hotel itu, Udoka tak kunjung datang.

Warga Nigeria Selundupkan 1,9 Kg Sabu Dalam Bungkus Tepung di Bandara Soekarno-Hatta

Konan beralasan, aksinya menelan 43 kapsul sabu itu agar sabu dalam kondisi hangat di dalam tubuhnya.

Ia juga mengaku mendapatkan upah sebesar 10 ribu dolar Amerika untuk jasa pengiriman itu.

Seperti diketahui, distribusi barang haram antar negara itu berhasil digagalkan petugas pemeriksaan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 18 Mei 2019 lalu.

"Tersangka berangkat dari Nigeria menuju Jakarta dengan menelan 43 kapsul berisikan narkotika jenis sabu-sabu dan setelah dikeluarkan dari perutnya jumlah berat sabu seberat 711 gram dengan alasan agar sabu tersebut tetap hangat. Dan dia dalam melakukan itu dijanjikan akan dibayar uang sejumlah 1.000 dollar Amerika," ujarnya.

Konan telah dilakukan penahanan di rutan Bareskrim Polri sejak 19 Mei hingga 16 Agustus dan oleh Jaksa Penuntut Umum per Selasa 13 Agustus perkara dilimpahkan ke Kejari Tangsel.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved