Ibadah Haji 2019

Program IYAB Diharapkan Bisa Percepat Proses Administrasi Pemulangan Jemaah Haji di Bandara

Secara bertahap sebanyak 231 ribu jemaah Indonesia akan diterbangkan dari Arab Saudi menuju embarkasi-embarkasi asal tanah air mulai 17 Agustus 2019.

Program IYAB Diharapkan Bisa Percepat Proses Administrasi Pemulangan Jemaah Haji di Bandara
Tribunnews/Bahaudin/MCH2019
Suasana jemaah haji Indonesia menunggu bus sholawat untuk salat di Masjidil Haram, Jumat (26/7/2019). Cuaca panas di Makkah tak menyurutkan semangat jemaah haji Indonesia untuk salat Jumat di Masjidil Haram. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKKAH - Gelombang perpulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

Secara bertahap sebanyak 231 ribu jemaah Indonesia akan diterbangkan dari Arab Saudi menuju embarkasi-embarkasi asal tanah air.

Ada terobosan baru rencananya dilakukan tahun ini terkait dengan percepatan proses administrasi terutama imigrasi di bandara jeddah.

Jemaah Haji yang Cukur Plontos Selesai Lempar Jumrah Ditarif Rp 80 Ribu

Pemerintah Arab Saudi sedang mencoba penerapan sistem IYAB yang diharapkan mempercepat jemaah haji di bandara.

“Terkait dengan proses pemulangan jamaah haji, pada waktu kedatangan kan ada program fast track. Proses imigrasi yang dipercepat. Prosesnya dilakukan di tanah air. Sehingga pada tiba di jeddah atau madinah, jamaah tidak lagi melalui pemerksaan imigrasi. Mempercepat waktu tunggu dan waktu antrian jamaah. Mengurangi lelah jamaah,” kata Kadaker Makkah, Subhan Cholid, Kamis (15/8/2019).

Koper koper jemaah haji gelombang pertama yang akan pulang ke tanah air mulai dilakukan penimbangan mulai, Rabu (14/8/2019). Jemaah haji akan mulai pulang ke tanah air pada 17 Agustus 2019.
Koper koper jemaah haji gelombang pertama yang akan pulang ke tanah air mulai dilakukan penimbangan mulai, Rabu (14/8/2019). Jemaah haji akan mulai pulang ke tanah air pada 17 Agustus 2019. (Tribunnews/Bahauddin/MCH2019)

“Nah pada haji tahun ini Arab Saudi melakukan uji coba hal serupa tapi proses pemulangan. Mereka sebut IYAB, asal katanya dari bahasq Arab dzihaban wa iyaban. Dzihab itu pergi, iyab itu balik atau pulang. Nah itu mereka akan mencoba tahun ini. Sejak kepulangan pertama. Tapi dimulai JKS 4 sampai dengan 28 agustus atau sebelas hari,” ujar Subhan.

Nantinya pada sistem IYAB tidak hanya orangnya yang akan diprogram, tetapi bagasinya juga.

“Praktiknya seperti apa masih akan terus didalami dan berkoodinasi dengan penerbangan. Apakah nanti pengambilan sidik jari atau imigrasi di Makkah, atau tetap di bandara, atau bahkan menggunakan bandara ketika saat kedatangan sudah entri,” ujar Subhan.

Berbagai Cara Jemaah Haji Mabit di Mina, Tidur di Tenda Hingga Camping di Bebukitan

IYAB diharapan bisa mengatasi kejadian-kejadian delay yang cukup panjang saat pemulangan.

Selama ini sering terjadi delay karena beberapa faktor terutama kapasitas bandara yang terbatas.

“Saudi menerbangkan 200 flight per hari. Antrian runway dan lainnya perlu kecermatan dan ketepatan waktu. Kemudian proses loading mulai dari imigrasi sampai sweeping butuh waktu lama. Itu sudah dibantu city check in sejak dua hari di hotel,” ujar Subhan.

Pemulangan Jemaah Haji Mulai 17 Agustus, Berikut Daftar Barang Dilarang Masuk Koper

“Nah dengan IYAB ini mudah-mudahan hambatan sedikit demi sedikit dikurangi. Kita sudah sweeping lama, kemudian ada proses imigrasi, kan tambah lama. Memakan waktu dobel dan melelahkan. Dengan program iyab ini ingin mengurangi waktu tunggu di bandara,” pungkas Subhan.

Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved