Diasingkan Teman Satu Sel, Narapidana Gantung Diri di Lapas Tangerang

Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang gantung diri di dalam selnya.

Diasingkan Teman Satu Sel, Narapidana Gantung Diri di Lapas Tangerang
Istimewa
Ilustrasi Gantung Diri 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang gantung diri di dalam selnya.

Kejadian tersebut diketahui terjadi sekira pukul 15.30 WIB di Lapas Kelas IIA Tangerang.

Kalapas Pemuda Klas IIA Tangerang, Jumadi membenarkan kabar tersebut, dan terkuak saat petugas ingin membagikan makan sore ke korban yang berinisial S.

"Betul, Kejadian menurut info dari temen-temen di lapangan itu sekitar jam 15.30 WIB pada waktu mau bagi makan sore ke WBP," jelas Jumadi kepada TribunJakarta.com, Jumat (16/8/2019).

Lanjut Jumadi, Korban S sebelum mengakhiri hidupnya secara mengenaskan sedang diasingkan oleh teman-temannya.

Lantaran, pada masa-masa akhir hidupnya, S menurut Jumadi sering berbuat onar layaknya orang stres hingga diasingkan oleh teman sesama WBP.

"Kebetulan korban diasingkan karena dia selama ini kan sudah beberapa kali diasingkan karena mukulin temennya. Ada yang bilang seperti yang stres sejak penyidikan dulu sudah kayak gitu anaknya," ungkap Jumadi.

Link Download Lagu MP3 Dangdut Koplo: Nella Kharisma, Zaskia Gotik, Siti Badriah, Cek di Sini!

Kesaksian Ruslan Saat Angin Puting Beliung Terbangkan Atap Rumahnya

Menurut teman satu selnya, S mengakhiri hidupnya menggunakan kain yang dililitkan ke lehernya juga ember yang digunakan untuk berdiri sebelum melompat.

"Dari temen sel sebelahnya itu pas mau kasih makan siang, dia sudah gantung diri pakai kain dan ada ember buat injekan kaki. Dorong sendiri embernya," terang Jumadi.

Namun, korban dipastikan meninggal karena murni bunuh diri tanpa ada korban bekas dianiaya.

Hal itu terungkap setelah tim dari Kepolisian Sektor Tangerang memeriksa tubuh korban setelah menerima laporan dari petugas Lapas.

"Sudah diidentifikasi dan tim inafis ada tanda-tanda orang gantung diri. Memang keliatan sekali keluar mani, keluar kotoran. Hasil pemeriksaan polisi tidak ada tanda-tanda mereka dianiaya dan sebagainya, sudah dikirim ke rumah sakit," tutupnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved