Kesaksian Ruslan Saat Angin Puting Beliung Terbangkan Atap Rumahnya

"Angin puting beliungnya itu berputar dari arah air Situ, langsung mengarah ke rumah saya dalam kondisi hujan deras disertai petir," ujar Ruslan (45).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Ruslan ketika dijumpai wartawan di kediamannya yang rusak akibat diterpa angin puting beliung. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CITAYAM - "Angin puting beliungnya itu berputar dari arah air Situ, langsung mengarah ke rumah saya dalam kondisi hujan deras disertai petir," ujar Ruslan (45) menceritakan kepanikan yang dialaminya, Jumat (16/8/2019).

Sebelumnya diberitakan, angin puting beliung menghantam pemukiman pada penduduk di bantaran Situ Citayam, Cipayung, Kota Depok, pada Kamis (15/8/2019) sore kemarin.

Atap rumah warga hilang usai disapu puting beliung di bantaran Situ Citayam, Cipayung, Kota Depok.
Atap rumah warga hilang usai disapu puting beliung di bantaran Situ Citayam, Cipayung, Kota Depok. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Ruslan sendiri, merupakan warga bantaran Situ Citayam yang rumahnya terdampak paling parah akibat peristiwa tersebut.

Pantauan TribunJakarta.com, seluruh atap rumah Ruslan hilang disapu puting beliung.

Kepada wartawan, Ruslan menceritakan detik-detik terjadinya musibah yang dialaminya tersebut.

Sekira pukul 15.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang melanda daerah Citayam dan sekitar dan mulai reda setelah 30 menit berselang sekira pukul 16.00 WIB.

Namun, sekira pukul 16.30 WIB awan gelap kembali dan hujan dengan intensitas yang lebih besar pun kembali melanda kawasan rumahnya.

Kondisi hujan deras disertai petir kencanh tersebut, diperparah dengan padamnya listrik di lingkungan rumahnya.

Atap rumah warga hilang usai disapu puting beliung di bantaran Situ Citayam, Cipayung, Kota Depok.
Atap rumah warga hilang usai disapu puting beliung di bantaran Situ Citayam, Cipayung, Kota Depok. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Ketika itu, Ruslan menyaksikan sendiri dengan mata telanjang pusaran angin puting beliung dibagia tengah Situ Citayam.

"Pusaran anginnya setinggi saya awalnya dibagian tengah Situ, tapi lama-lama makin besar dan kepinggir sampai mengarah ke rumah saya," kata Ruslan.

Suara angin yang sangat kencang pun terdengar jelas ditelinga Ruslan, istri, dan tiga anaknya.

Hanya bisa pasrah, Ruslan pun terus menerus mengucap takbir diikuti anggota keluarganya.

"Saya cuma bisa teriak allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar. Saya berusaha melindungi keluarga saya, anak saya empat yang paling kecil baru empat bulan," ucap Ruslan menggambarkan kondisi yang dialaminya.

Sekira dua menit, awan hitam disertai angin puting beliung tersebut pun menghilang begitu saja.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Pastikan Lepas Saham Perusahaan Bir

Coba Teknik Ini untuk Turunkan Berat Badan 8 Kali Lebih Cepat!

Pelatih Ungkap Rahasia SMAK 1 Penabur Bisa Juarai DBL DKI Jakarta West Region 2019

Adhika Pratama Sebut Ussy Sulistiawaty Istri yang Membuatnya Sempurna, Raffi Ahmad: Mirip Gua Banget

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved