SPBE Cimuning Bekasi Kebakaran

Pelajar SMK Jadi Korban Meninggal Dunia Kebakaran Disertai Ledakan SPBE Cimuning

Sapta meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) malam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Tayang:
Istimewa/Instagram
PELAJAR SMK TEWAS - Pelajar bernama Sapta Prihantono menjadi korban tewas dalam insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Pelajar bernama Sapta Prihantono menjadi korban tewas dalam insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. 

Sapta meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) malam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

"Terakhir tadi malam, meninggal dunia, korban masih pelajar," kata Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Rabu (8/4/2026).

Sapta jadi korban ketiga yang dikabarkan tewas dalam insiden kebakaran disertai ledakan tersebut, sebelumnya dua pegawai SPBE bernama Suyadi dan Djaimun telah lebih dulu berpulang. 

Kabar berpulangnya Sapta juga diumumkan di akun Instagram SMKN 15 Bekasi @smkn15bekasi_official, tempat Sapta sekolah. 

Dalam keterangan unggahan ucapan belasungkawa tersebut, Sapta merupakan siswa kelas X jurusan Teknik Mesin 1.

Selain Sapta, ayah dan tiga kakaknya juga menjadi korban dan sampai saat ini masih dalam perawatan intensif di RS Citra Arafiq serta RSUD Kabupaten Bekasi. 

Harris menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi akan segera menggelar rapat dengan pihak pemilik gudang SPBE untuk membahas tindak lanjut kejadian tersebut.

Dalam rapat tersebut, Pemkot juga akan mengkaji ulang standar operasional perusahaan, termasuk tuntutan dari keluarga korban.

"Kami akan bicarakan besok dengan Pertamina. Paling tidak, kami sedang kaji semua SPBE yang ada di Kota Bekasi. Minimal, unsur K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) harus diperhatikan lagi," ungkapnya.

Bocor Saat Proses Pengisian 

Kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, diduga dipicu kebocoran gas saat proses pengisian.

Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan saksi di lokasi kejadian, yang menyebut kebocoran terjadi saat proses pemindahan gas dari mobil tangki ke tabung besar.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut, termasuk memanggil pemilik SPBE untuk dimintai klarifikasi.

“Yang ada di lokasi saat kejadian hanya karyawan. Kami masih mencoba memanggil pemiliknya untuk klarifikasi,” kata Abdul Harris Bobihoe.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal saksi, sumber kebakaran berasal dari kebocoran gas saat proses pengisian.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved