SPBE Cimuning Bekasi Kebakaran

Curhatan Pilu Martin Korban Kebakaran SPBE Cimuning, Rumah dan Seluruh Harta Bendanya Hangus

Martin, warga yang terdampak, kebakaran SPBE mengaku kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencahariannya.

Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
DAMPAK KEBAKARAN SPBE - Sejumlah bangunan ruko dan rumah warga rusak berat terdampak kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. (Yusuf/TribunJakarta). 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.

Satu warga RT 02 RW 05 yang terdampak, Martin, mengaku kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencahariannya akibat insiden tersebut.

“Ini hancur (Rumah dan bangunan) semua,” kata Martin saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Martin menjelaskan, total ada lima bangunan miliknya yang ludes terbakar. 

Rinciannya terdiri dari dua rumah dan tiga kios yang selama ini menjadi sumber penghasilan.

Tiga kios tersebut sebelumnya dikontrakkan untuk beragam usaha kecil milik warga.

 “Satu kios sol sepatu, satunya sayuran, yang satu nasi uduk,” jelas dia.

Akibat kebakaran itu, Martin menuturkan seluruh bangunan di atas lahan miliknya seluas 15 x 12 meter habis tak tersisa.

Tak hanya bangunan, beragam barang berharga juga ikut hangus dilalap api.

Barang berharga itu diantaranya mulai dari kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga dokumen penting.

“Motor ada, sepeda, mesin cuci, kulkas, sound system. Surat-surat berharga juga, SHM, surat motor,” tuturnya.

Belum Ada Komunikasi

Martin menyampaikan, pasca kejadian hingga kini belum ada komunikasi dari pihak pengelola SPBE terkait upaya pertanggung jawaban.

Pasca kejadian, Martin bersama keluarga saat ini terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah tetangga karena tempat tinggalnya sudah tidak bisa dihuni.

Kemudian, usaha nasi uduk yang selama ini menjadi sumber penghasilannya juga tidak bisa lagi dijalankan.

Ia berharap ada bantuan atau kompensasi atas kerugian yang dialaminya, terutama untuk membangun kembali rumah dan kios miliknya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved