SPBE Cimuning Bekasi Kebakaran
Curhatan Pilu Martin Korban Kebakaran SPBE Cimuning, Rumah dan Seluruh Harta Bendanya Hangus
Martin, warga yang terdampak, kebakaran SPBE mengaku kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencahariannya.
“Pengen bantuan, dibetulin lagi semula. Semuanya, soalnya emang duit tidak ada lagi, saya aja ini dagang nasi uduk di sebelah SPBE, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi jualan. Bingung, penghasilan juga kan habis,” ungkapnya.
DPRD Kota Bekasi Desak Pengelola SPBE Ganti Rugi
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, mendesak pihak pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) segera memberikan ganti rugi kepada warga terdampak kebakaran.
Hal tersebut disampaikan Sarwin usai meninjau langsung lokasi kejadian yang berada di lokasi kebakaran, SPBE Cimuning, Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Kamis (2/4/2026).
"Kami ingin memastikan legislatif dan eksekutif akan bekerja sama untuk membantu korban ledakan terutama rumah mereka dan tempat usaha mereka, lalu kami juga harus bekerja sama dan meminta pertanggungjawaban pihak SPBE seperti apa kontribusinya," kata Sarwin di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Sarwin menjelaskan, ketika dirinya mendatangi lokasi, ia juga mendapatkan keluhan dari warga terkait belum adanya kompensasi dari pihak SPBE.
Meskipun fasilitas tersebut telah lama beroperasi di wilayah tersebut.
“Tadi juga ada warga yang menyampaikan bahwa SPBE ini tidak ada atau belum memberikan kompensasi selama mereka beroperasi,” jelasnya.
Selanjutnya, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Sarwin menyampaikan, pihaknya akan mengawal pemenuhan hak-hak warga terdampak, baik dalam bentuk bantuan materi maupun layanan kesehatan.
“Kalau kami sebagai legislatif kebetulan ini dapil kami dan kami memastikan bahwa warga kami itu mendapatkan atau terakomodir baik bantuan baik materi maupun kesehatan,” ucapnya.
Sementara untuk jangka panjang, Sarwin mengungkapkan DPRD Kota Bekasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan SPBE di wilayah tersebut.
Termasuk kemungkinan penataan ulang lokasi agar tidak berada di dekat permukiman padat.
“Kami ke depan harus melakukan evaluasi dan sidak harusnya kepada SPBE yang ada di Kota Bekasi seperti apa dan minimal jangan dekat dengan lingkungan padat penduduk untuk tidak terjadi atau meminimalisir hal-hal tidak diinginkan seperti saat ini,” tutupnya.
Korban bertambah
Di sisi lain, Jumlah korban akibat kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi terus bertambah.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya hingga Kamis (2/4/2026) sekira pukul 15.00 WIB, jumlah korban mencapai 17 orang.
"Sampai dengan saat ini ada 17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya, luka bakar di atas 50 persen," kata Kusumo di lokasi, Kamis (2/4/2026).
| BPBD Catat 19 Rumah Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 17 Warga Luka |
|
|---|
| UPDATE Korban Ledakan SPBE Cimuning: 17 Orang Luka Bakar, Api Lalap Rumah dan Warung Warga |
|
|---|
| UPDATE Korban Kebakaran SPBE Cimuning: 17 Korban Luka-luka, Warga Awalnya Sempat Cium Bau Gas |
|
|---|
| Pengakuan Karyawan SPBE Cimuning Dengar Ada Kebocoran: Sudah Diperbaiki, Terus Kerja Lagi |
|
|---|
| Detik-detik Panik Kebakaran Disertai Ledakan SPBE Cimuning, Diduga Karena Bocornya Gas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/DAMPAK-KEBAKARAN-SPBE-i.jpg)