Pemprov DKI Dinilai Tak Serius Pantau Kualitas Udara Jakarta
Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menyebut Pemprov DKI Jakarta tak serius memantau kualitas udara Jakarta.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, menyebut Pemprov DKI Jakarta tak serius memantau kualitas udara Jakarta.
"Pemerintah masih ragu-ragu, tidak jelas memantau kualitas udara," kata Puput, sapaannya, di kantor KPBB, Gedung Sarinah Lantai 12, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).
Pemprov DKI melalui Kementerian Lingkungan Hidup memang sudah memasang sejumlah alat pemantau polusi udara Jakarta.
Di Jakarta, kata Puput, terdapat lima alat pemantau polusi udara otomatis, pada setiap lima titik wilayah DKI.
"DKI Jakarta ada lima alat, di lima titik dan ditambah lagi satu alat yang mobile," ujar Puput.
Sayangnya, lanjut dia, alat pemantau kualitas udara tersebut hanya memantau tanpa pernah sekalipun menggunakan datanya.
"Aat pemantau kualitas udara di Jakarta dan di kota-kota lain itu hanya memantau, datanya tak pernah dipakai," tuturnya.
Padahal, tujuan utama dari alat tersebut ya
• Pemkot Jaktim Kirim Surat ke Gubernur Soal Investigasi Kasus Camat Matraman
• Granat yang Ditemukan Dekat KPAD Cibubur Awalnya Berada di Empang
kni menjadi peringatan dini masyarakat agar terhindar dampak pencemaran udara.
"Kenapa tidak di-publish secara langsung dan real time? Sehingga, kan nantinya bermanfaat untuk masyarakat," tukas Puput.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/polusi-udara_20180805_200018.jpg)