Mahasiswa Asal Papua yang Sempat Diamankan di Surabaya Telah Kembali ke Asrama

Mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Surabaya sudah kembali menempati asrama.

Mahasiswa Asal Papua yang Sempat Diamankan di Surabaya Telah Kembali ke Asrama
KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, Senin (19/8/2019). (KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA- Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Sahura, mengatakan mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Surabaya sudah kembali menempati asrama.

Menurut dia, mereka sudah kembali ke asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang berada di Jalan Kalasan Nomor 10.

Sebelumnya, mereka sempat diamankan oleh aparat kepolisian.

Dia menegaskan, situasi di asrama itu sudah kondusif.

"Mahasiswa sudah dikembalikan ke asrama kemarin pukul 23.30 WIB tanggal 17 Agustus. Untuk sekarang keadaan kondusif," kata Sahura, selaku pendamping bidang hukum mahasiswa asal Papua, saat dihubungi, Senin (19/8/2019).

Dia menjelaskan, pada 16 Agustus 2019 sekitar pukul 15.20 WIB lalu, Asrama Mahasiswa Papua Surabaya di Jalan Kalasan Nomor  10 didatangi anggota TNI, Satpol PP, Polisi dan sejumlah anggota Ormas.

Menurut dia, kedatangan mereka berkaitan dengan dugaan adanya pengrusakan tiang bendera dan pembuangan bendera merah putih ke selokan.

Pada 17 Agustus 2019 pukul 15.30, mahasiswa Papua sebanyak 43 orang dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Kemudian, di Mapolrestabes Surabaya, Mahasiswa Papua diperiksa dan pukul 23.30 Wib baru dikembalikan ke Asrama Papua.

Menurut Sahura, dampak kejadian itu terdapat mahasiswa yang menderita luka-luka.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved