Jadi SMKN Kriya di DKI Jakarta, Ini Kendala yang di Hadapi Pihak SMKN 58

Tercatat lebih dari 1.000 siswa yang terbagi di 35 rombongan belajar mengenyam pendidikan di sini dengan bimbingan 36 guru produktif.

Jadi SMKN Kriya di DKI Jakarta, Ini Kendala yang di Hadapi Pihak SMKN 58
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kasubag Tata Usaha SMKN 58 Dra Mutriningsih di Techno Park and Gallery, Selasa (20/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 58, Cipayung, Jakarta Timur keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk guru produktif.

SMKN 58 merupakan satu-satunya sekolah kriya di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Terdapat tujuh jurusan di sekolah ini, yakni seni lukis, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (KKBT), Kriya Kreatif Kayu dan Rotan (K3R), Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan (KKLP) serta Teknik Fabrikasi Logam dan Manukfatur (TFLM).

Tercatat lebih dari 1.000 siswa yang terbagi di 35 rombongan belajar mengenyam pendidikan di sini dengan bimbingan 36 guru produktif.

Kasubag Tata Usaha SMKN 58 Dra Mutriningsih sudah bersurat terkait kurangnya guru. Namun ia menjelaskan guru PNS di bidang tersebut masih sedikit.

"Pendistribusian guru produktif kriya belum sesuai dengan sekolah. Sehingga para guru produktif masih sedikit untuk menangani jumlah siswa yang banyak," ucapnya di Cipayung, Selasa (20/8/2019).

Guru yang sedikit di bidang kompetensi produktif bukanlah satu-satunya kendala yang dialami. Di lain sisi terkait pengadaan fasilitas barang praktek juga masih minim di beberapa jurusan.

Harga barang yang terpaut mahal membuat para siswa biasa berkelompok jika menggunakan barang tersebut.

"Untuk barang pun masih terbatas. ini khusus untuk yang alat besarnya. Harganya yang puluhan bahkan ratusan juta kan jadi pertimbangan juga. Jadi alat-alat seperti di bengkel logam misalnya kita rawat saja. Tapi tiap ada kesempatan kita selalu lakukan pengajuan alat-alat ini ke Kementerian Pendidikan," lanjut wanita berhijab ini.

Halaman
12
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved