Dishub DKI Klaim Perluasan Ganjil Genap Efektif Urai Kemacetan di Jakarta

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim, uji coba perluasan ganjil genap efektif mengurai kemacetan di 25 ruas jalan di ibu kota

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Petugas Dishub dan polisi memberikan sosialisasi perluasan ganjil genap di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim, uji coba perluasan ganjil genap efektif mengurai kemacetan di 25 ruas jalan di ibu kota.

Ia menyebut, kini rata-rata kecepatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan ibu kota meningkat mencapai sembilan persen.

"Hasilnya secara keseluruhan kinerja lalu lintas baik. Jadi kecepatan lalu lintas meningkat dari 25,65 km/jam meningkat menjadi 28 km/jam," ucapnya, Jumat (23/8/2019).

"Kemudian, untuk angkutan umum, transjakarta juga naik 20 persen," tambahnya menjelaskan.

Peningkatan kecepatan lalu lintas ini pun disebut Syafrin, turut meningkatkan kualitas udara di Jakarta.

Dimana dari dua pos pemantauan kualitas udara yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan penurunan konsentrasi partikel di udara berukuran kurang dari 2,5 mikrometer (PM 2,5).

"PM 2,5 turun 18,5 persen di Bundaran HI, sementara di Kepala Gading itu turun 13,51 persen," ujarnya saat dikonfirmasi.

Syafrin menjelaskan, seluruh hasil evaluasi dari uji coba ini nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun regulasi perluasan ganjil genap.

"Kita sedang susun regulasinya. Kemudian kami akan uji publikan, rencananya minggu depan," kata Syafrin.

Pemprov DKI Nilai Perluasan Ganjil Genap Efektif Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menyebut, kebijakan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan efektif memperbaiki kualitas udara di ibu kota.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih.

"Perbaikan kualitas udara rerataannya 18,9 persen, perluasan ganjil genap paling signifikan," ucapnya, Rabu (21/8/2019).

Ia menyebut, perluasan ganjil genap paling signifikan mempengaruhi perbaikan kualitas udara Jakarta lantaran kendaraan merupakan sumber utama polusi di ibu kota.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved