Pencari Suaka Luntang-lantung, Imigrasi DKI: UNHCR Lepas Tangan

UNHCR lepas tangan karena terus menerima kedatangan pencari suaka dari negara konflik dan meregister pengungsi.

Pencari Suaka Luntang-lantung, Imigrasi DKI: UNHCR Lepas Tangan
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Puluhan imigran pencari suaka yang menggelar aksi massa di depan kantor UNHCR, Menara Ravindo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dinilai lepas tangan atas nasib ribuan pencari suaka yang datang ke Indonesia dan kini hidup dalam ketidakpastian.

Kadiv Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Agus Widjaja menilai UNHCR lepas tangan karena terus menerima kedatangan pencari suaka dari negara konflik dan meregister pengungsi.

Pasalnya Indonesia tak termasuk negara yang setuju menerima pencari suaka atau hanya negara transit sampai pencari suaka diberangkatkan ke negara yang membuka pintu.

"UNHCR lepas tangan atas segala masalah yang terjadi, itulah yang terjadi. Imigrant countries sudah mendeclare siapa yang menjadi tempat pengungsian dan diterima. Negara kita tidak menandatangani sehingga jadi negara transit," kata Agus di kantor Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya UNHCR tak sepatutnya menerima kedatangan pencari suaka ke Indonesia karena negara yang setuju menampung imigran sudah menutup pintu.

Ketiadaan batas waktu bagi pencari suaka di negara transit jadi masalah saat uang mereka habis menanti keberangkatan ke negara ketiga.

Tercatat Jadi Pengungsi, Imigrasi Tak Bisa Deportasi Pencari Suaka

"Sekarang negara yang imigran countri sudah menutup pintu semua, sehingga negara kita, tempat transit tidak ada batasa waktu, unlimited time. Mau kemana?," ujarnya.

Agus menilai UNHCR memberikan izin kepada pencari suaka hanya atas dasar kemanusiaan tanpa memikirkan bagaimana cara bertahan hidup.

Dampaknya, para pencari suaka yang teregistrasi sebagai pengungsi mandiri bertahan hidup mengandalkan rasa kemanusiaan warga.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved