Obat Kedaluwarsa

Polisi Akan Gandeng BPOM dan Dinkes untuk Operasi Puskesmas di Jakut Soal Obat Kedaluwarsa

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan sudah menandatangani surat soal operasi tersebut.

Polisi Akan Gandeng BPOM dan Dinkes untuk Operasi Puskesmas di Jakut Soal Obat Kedaluwarsa
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto di kantornya, Rabu (21/8/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi akan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan operasi puskesmas di wilayah Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan sudah menandatangani surat soal operasi tersebut.

"Intinya kami ingin mengajak dua instansi tersebut untuk melakukan operasi khususnya di puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Utara," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019).

Operasi tersebut, jelas Budhi, akan dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada lagi obat kedaluwarsa ditemukan di puskesmas-puskesmas yang ada di Jakarta Utara.

Hal itu tentunya untuk mencegah adanya korban lain yang menerima obat kedaluwarsa.

"Kami tidak ingin kasus ini terjadi di puskesmas lain atau di wilayah lain kemudian ada korban-korban lain," tegas Budhi.

Sebelumnya, Puskesmas Keluraha Kamal Muara di Penjaringan, Jakarta Utara memberikan vitamin B6 kedaluwarsa kepada dua ibu hamil.

Vitamin kedaluwarsa yang dijadikan barang bukti oleh dua korban tersebut saat melapor ke pihak kepolisian didapati sudah habis masa amannya sejak April 2019.

Korban pertama adalah ibu hamil bernama Novi Sri Wahyuni (21), yang mengaku menerima obat kedaluwarsa setelah periksa ke Puskesmas Kamal Muara pada 13 Agustus 2019.

Novi melaporkan kejadian ini ke Polsek Metro Penjaringan pada Kamis (15/8/2019) dengan barang bukti tiga strip vitamin B6 kedaluwarsa.

Sementara korban lainnya, Winda Dwi Lestari (23), mengaku mendapatkan obat kedaluwarsa setelah berobat pada 29 Juli 2019.

Polisi sampai saat ini sudah memeriksa korban maupun pihak Puskesmas Kamal Muara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved