TOPIK
Obat Kedaluwarsa
-
Kondisi janin Novi Sri Wahyuni (21), ibu hamil penerima obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara, diketahui tidak bermasalah.
-
"Baik mas (hubungan dengan pihak puskesmas), meski mereka kemaren masih berharap tuntutan itu dicabut," kata Novi
-
Novi Sri Wahyunu (21), ibu hamil korban obat kedaluwarsa Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, mengaku tak nyaman kontrol di puskesmas itu.
-
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, hal itu karena polisi masih mendalami kasus ini.
-
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan sudah menandatangani surat soal operasi tersebut.
-
Polisi telah memeriksa dua orang bidan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara terkait kasus obat kedaluwarsa yang diberikan kepada ibu hamil.
-
Menurut Ali, pengecekan sudah berjalan dan dilakukan langsung oleh Sudin Kesehatan Jakarta Utara.
-
MS mengatakan kasus yang ditangani Unit Reskrim Polsek Penjaringan belum termasuk masalah nasional.
-
Hendi Wijaya memaparkan, saat itu ia langsung mengcek obat yang diberikan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara kepada istrinya.
-
"Standar medis nasional Indonesia itu tidak ada," katanya saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (22/8/2019).
-
YPKKI menilai kasus pemberian vitamin kedaluwarsa oleh Puskesmas Kamal Muara kepada dua orang ibu hamil sebagai hal fatal bagi dunia kesehatan.
-
Menurut Anies Baswedan, ada sanksi yang harus diberikan bila suatu kegiatan pelayanan tidak dijalankan secara profesional.
-
Hendi menuturkan, penanganan ini dilakukan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara setelah sebelumnya ia meminta pertanggungjawaban
-
Winda Dwi Lestari mendapatkan obat kedaluwarsa berupa vitamin B6 yang didapatkannya saat kontrol kandungan pada 29 Juli 2019 lalu.
-
Terungkap ada sosok ibu hamil lainnya yang menjadi korban obat kedaluwarsa yang diberikan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara.
-
Kepada polisi, HAR mengaku telah lalai dalam memberikan vitamin B6 yang telah kedaluwarsa sejak April 2019 lalu.
-
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan sejauh ini polisi sudah memeriksa tiga orang dari pihak Puskesmas.
-
Polisi meminta ibu hamil lain yang merasa menerima obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara untuk segera melapor.
-
"Jadi kita sampaikan ke penyedik ya, ada korban kedua terkait obat kedaluwarsa ini," kaya Pius di Mapolsek Metro Penjaringan.
-
Seingatnya, sudah tiga strip vitamin B6 berisi 36 butir obat yang telah dia minum. Semua trip obat itu juga dibubuhi coretan biru.
-
Dinkes DKI pun mengaku telah dua kali melakukan mediasi bersama pengurus RT, RW, dan Lurah setempat dengan pihak keluarga korban
-
Pius menilai bahwa pemberian obat kedaluwarsa itu tidak semata-mata hanya kelalaian, seperti yang sudah diakui pihak Puskesmas
-
Kali ini, ibu hamil tiga bulan, Winda Dwi Lestari (23) mengajukan laporan itu ke Polsek Metro Penjaringan melalui suaminya, Hendi Wijaya (26).
-
Polisi akan menggandeng BPOM untuk mendalami kasus obat kedaluwarsa yang dikeluarkan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara.
-
Polisi masih mendalami kasus obat kedaluwarsa yang dikeluarkan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara. Sejumlah orang diperiksa, berikutnya sang apoteker.
-
Setelah dua kali mengkonsumsi obat itu, ia kemudian penasaran akan sebuah coretan berwarna biru yang ada pada obat tersebut.
-
Novi diserang mendadak oleh sejumlah masalah kesehatan, seperti pusing, mual, perut melilit, serta muntah-muntah
-
Sudah istri bermasalah karena mengkonsumsi vitamin B6 kedaluwarsa sejak empat bulan lalu, Bayu Randi Dwitara kini dipecat dari kerjaannya.
-
dr. Agus juga tak mau memberikan keterangan terkait hasil mediasi. Ia kembali melempar keterangan ke pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
-
Bayu dipecat oleh perusahaan tempat ia bekerja karena harus mengurus kesehatan istrinya.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved