8 Bulan Tak Bertemu Anaknya, Ayah 2 Anak Laporkan Istrinya ke LPSK

Dia menyesalkan LPSK yang menurutnya hanya mendengarkan cerita mantan istrinya sepihak tanpa mendengar pendapatnya.

8 Bulan Tak Bertemu Anaknya, Ayah 2 Anak Laporkan Istrinya ke LPSK
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Novy Hariadi (46) di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (26/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Novy Hariadi (46) mengadukan mantan istrinya, NR ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena tak diizinkan bertemu dua buah hatinya, AR (7) dan AL (9) sejak 17 Januari 2019 lalu.

Novy mengaku urung bertemu karena NR lebih dulu melaporkannya ke LPSK atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan sang istri beralasan anaknya berada dalam lindungan LPSK.

"Mantan istri saya namanya berlindung dibalik LPSK dan menjadikannya tameng agar saya sebagai ayah anak saya tidak bisa bertemu dan berkomunikasi. Dengan dalih saya akan melakukan tindakan yang membahayakan," kata Novy di kantor LPSK Jakarta Timur, Senin (26/8/2019).

Dia menyesalkan LPSK yang menurutnya hanya mendengarkan cerita mantan istrinya sepihak tanpa mendengar pendapatnya.

Selama dua buah hatinya diasuh NR, Novy mengaku cemas karena istrinya berstatus sebagai terlapor atas tujuh kasus yang dilaporkannya.

"Saya pun sudah melaporkan mantan istri saya, ada 7 LP yang sekarang sedang berproses. Saya juga korban dan ada bukti lain. Mantan istri saya juga terlapor di PMJ atas tuduhan pornografi, pembobolan bank dan lainnya," ujarnya.

LPSK Dorong Capaska Tangerang Selatan Laporkan Sebab Kematian Aurel

Novy menyebut AR dan AL tak seharusnya ditetapkan jadi saksi karena usia mereka dan melanggar UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dia berharap LPSK meninjau ulang kasus yang dilaporkan sang istri guna menentukan kelanjutan kasus dan memastikan tah ada pihak dirugikan.

"Saya kan juga harus menerima perlindungan dari LPSK sesuai prosedur, tidak hanya mendengarkan satu pihak saja dalam hal ini mantan istri saya. Ini bisa saya sebut LPSK menyekap anak saya dalam dalih sebagai saksi atau korban. Saya keberatan dalam hal ini karena anak saya masih di bawah umur," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua LPSK Antonius Wibowo mengatakan Novy akan dipertemukan dengan anaknya bersama pihak LPSK hingga massa perlindungan terhadap kedua anak tersebut selesai.

"Selama yang bersangkutan dalam perlindungan LPSK, maka pertemuan dengan anaknha harus seijin LPSK. Sampai kapan? Melihat situasi dan kondisi beserta analisi dari tim kami," kata Antonius.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved