Anak Mantan KPUD Tewas Dibunuh: Wajah Bersimbah Darah, Polisi Tembak Pelaku
Polisi akhirnya menangkap pembunuh Jimmy Harefa. Jimmy merupakan anak mantan Ketua KPUD Nias.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Polisi akhirnya menangkap pembunuh Jimmy Harefa.
Jimmy merupakan anak mantan Ketua KPUD Nias.
Polres Nia mengungkap kasus pembunuhan itu dalam tempo seminggu sejak Jimmy ditemukan tewas bersimbah darah pada (21/8/2019).
TribunJakarta.com mengutip Tribun Medan terkait dengan perkembangan kasus tersebut.
Terduga Pelaku Ditembak

Terduga pelaku diamankan di Jalan Pelita Damai, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan melalui Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo mengatakan terduga pelaku sempat melawan sewaktu dibawa untuk mencari barang bukti.
"Terduga pelaku berusaha melarikan diri. Jadi diberi tindakan tegas terukur dengan dua peluru. Satu di paha kiri dan satu di betis kanan," kata Restu kepada Tribun Medan, Selasa (27/8/2019).
Restu menjelaskan dilakukannya pencarian barang bukti karena ada beberapa barang-barang korban yang hilang di TKP.
Bahkan, saat rumah terduga digeledah, ditemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Seperti HP, laptop dan dua pakaian bersimbah darah.
"Terduga mencoba menjual barang bukti dan sudah sempat berpindah tangan," ungkap Restu.
Terkait identitas terduga pelaku, Restu belum bisa memberikan secara detail siapa nama terduga pelaku.
"Nanti ya, setelah di release sama Pak Kapolres Nias. Baru kita beritahukan semua," ujar Restu.
Warga Kaget
Sekretaris Rukun Tetangga (RT) setempat, Taratieli Telaumbanua mendampingi polisi saat menggeledah rumah terduga pelaku.
RT ini diminta untuk melihat dan memastikan proses penggeledahan yang dilakukan polisi.
"Ya, tadi saya didatangi polisi dan langsung diminta untuk mendampingi," kata Taratieli, Senin (26/8/2019) malam.
Warga yang berada di daerah dekat rumah terduga, terkejut dan tidak percaya bahwa pelakunya keluarga tersebut.
Karena saban hari, terduga selalu bercengkrama dengan tetangga dan tidak pernah ada masalah.
Jimmy Tewas Bersimbah Darah

Jimmy Sohahau Harefa ditemukan oleh teman sekolahnya di dalam kamar rumahnya dalam kondisi tewas bersimbah darah, pada (21/8/2019) lalu.
Teman korban curiga, karena Jimmy tidak masuk sekolah.
Hingga akhirnya mendatangi rumah Jimmy dan mendapati korban sudah dalam kondisi tewas.
Terduga pelaku diduga menggunakan benda tumpul untuk menghabisi korban pada bagian kepala.
Jimmy Harefa remaja berusia 17 tahun yang tinggal di Jalan Pelita Damai, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, tewas bersimbah darah pada Rabu (21/8/2019) malam.
Korban diketahui merupakan anak mantan Ketua KPUD Nias Utara, Otorius Harefa.
Ia ditemukan dalam kamar tidurnya, dengan wajah berlumuran darah dan alami luka parah dibagian kepala.
Teman Sekolah Curiga
Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan menjelaskan bahwa penemuan mayat korban pertama kali diketahui oleh teman sekolahnya yang curiga karena sejak pagi korban tidak masuk sekolah.
Karena curiga, teman korban datang kerumah untuk memastikan keadaan Jimmy. Betapa terkejutnya temannya, saat melihat korban sudah dalam kondisi bersimbah darah.
"Yang menemukan korban teman sekolahnya," kata Deni, Kamis (22/8/2019).
"Dia (teman korban) datang kerumah dan melihat korban sudah dalam posisi meninggal dunia," sambungnya.
Mendapat informasi adanya peristiwa pembunuhan, polisi langsung turun ke lokasi untuk mengidentifikasi jasad korban setelah menerima laporan dari masyarakat pada pukul 18.30 WIB.
• Toko Furniture di Pamulang Dibobol 3 Maling, Uang Rp 25 Juta Raib
• Sulitnya Akses Bagi Penyandang Disabilitas, Mulai dari Fasilitas hingga Pendidikan
• Jelang Persib Bandung Vs PSS Sleman: Menanti Aksi Rekrutan Anyar Maung Bandung di Jalak Harupat
• Ungkap Perjuangan M Adi Pradana Demi Bersama, Kekasih: Gimana Aku Wujudinnya Kalau Kamu Gak Ada?
• Istri jadi Dalang Pembunuhan Suami, Kakak Korban Ungkap Sosok Sang Adik
Hasil identifikasi mayat tersebut atas nama Jimmy (17) statusnya sebagai siswa SMA kelas 12 di SMA swasta di Kota Gunung Sitoli.
Korban merupakan anak mantan ketua KPU Nias Utara, Otorius Harefa.
Ia merupakan korban pembunuhan karena di temukan bekas luka di kepalanya saat dilakukan autopsi.
"Hasil visum ada terdapat luka dibagian kepala kanan korban akibat benda tumpul," kata Deni, Kamis (22/8/2019).
Jimmy Tinggal Seorang Diri
Lebih lanjut, Deni mengungkap fakta bahwa selama bersekolah SMA Jimmy hanya tinggal seorang diri dirumah itu. Karena orangtuanya tinggal di Kabupaten Nias Utara.
"Dia tinggal sendiri di rumah itu. Orangtuanya tinggal di Lotu, Nias Utara," ungkap Deni.
Masih kata Deni, dari hasil visum ada terdapat luka di bagian kepala kanan kepala korban akibat benda tumpul.
Untuk motif pembunuhan, apakah karena balas dendam atau pencurian masih diselidiki.
"Motif pastinya belum diketahui apakah karena balas dendam atau pencurian masih kita dalami," jelas Deni. (TribunMedan)