Jasad Terpanggang Dalam Mobil
Tetangga Cium Bau Bensin Saat Kebakaran di Rumah Pupung Sadili
Rumah yang ditempati keluarga Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) di Jalan Lebak Bulus 1 sempat mengalami kebakaran pada Sabtu (24/8/2019).
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Rumah yang ditempati keluarga Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) di Jalan Lebak Bulus 1, Cilandak, Jakarta Selatan, sempat mengalami kebakaran pada Sabtu (24/8/2019).
Hal itu pun diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap dari lantai dua rumah Pupung.
Salah satu warga yang mengetahui kebakaran itu adalah Arief Wahyudi, tetangga Pupung
Melihat tidak ada pergerakan apa pun dari dalam rumah Pupung, Arief dan sejumlah warga lainnya pun mencoba masuk ke rumah tersebut.
"Jam 19.00 sudah mulai keluar asap. 15 menit kemudian kita masuk. Pas masuk sudah bau bensin," kata Arief saat ditemui di kediamannya, persis di samping rumah Edi, Rabu (28/8/2019).
Lebih lanjut, ia menjelaskan tidak melihat adanya tanda-tanda pembunuhan di rumah itu.
"Nggak kelihatan ada bercak, mungkin sudah diberesin juga sama dia," tutur Arief.
Ia pun mengatakan, saat kebakaran itu rumah Edi dalam keadaan kosong.
"Nggak ada istrinya, nggak ada indikasi ada pembunuh berdarah dingin juga," ujarnya.
Pupung dan anak kandungnya M Adi Pradana alias Dana (23) menjadi korban pembunuhan.
Belakangan diketahui jika pelakunya adalah istri mudanya, Aulia Kesuma (35) dan anak tiri korban Giovanni Kelvin (18).
Keduanya menyewa empat pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Edi dan Dana.
Jasad mereka kemudian dibakar di dalam mobil di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019).
Cicilan Utang Istri Muda Diduga Rp200 Juta per Bulan, Terkuak Kekayaan Pupung Sadili Miliaran Rupiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/arief-wahyudi-tetangga-pupung-sadili.jpg)