Breaking News:

Ini Penjelasan Dokter Ortopedi yang Menangani  Calvin Borsitzki, Korban Kecelakaan Legok

Setelah dioperasi, Calvin ditransfusi darah karena kehilangan banyak darah saat kecelakaan itu

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
tribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Putut Sugiantoro, dokter ortopedi Rumah Sakit Siloam Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, di ruangan praktiknya, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Tim dokter Siloam Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, langsung memberikan penanganan pertama saat Calvin Borsitzki (11) datang dalam keadaan kaki putus akibat kecelakaan.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Calvin, bocah kelas V SD terpaksa kehilangan hampir sebagian kaki kanannya yang putus setelah dihantam mobil pick up di bilangan Jalan Rancaiyeuh, Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019).

Putut Sugiantoro, dokter ortopedi Rumah Sakit Siloam, langsung memberikan pertolongan pertama yang disebutnya dengan stabilisasi untuk menghentikan pendarahan di kakinya.

"Saya dilaporkan oleh dokter jaga dengan kondisi pasien seorang anak-anak kecelakaan. Terus dilakukan stabilisasi sementara di UGD karena kondisinya kehilangan banyak darah," ujar Putut saat ditemui selepas praktik di RS Siloam.

Tak lama, Calvin langsung dipindahkan ke ruang khusus untuk dioperasi.

"Setelah itu langsung kita berikan operasi penangnan yang sifatnya emergency karena kehilangan banyak darah tersebut dan kondisi kecelakaanny. Operasi berjalan ya sejamlah," ujarnya.

Setelah dioperasi, Calvin ditransfusi darah karena kehilangan banyak darah saat kecelakaan itu.

"Setelah itu kondisinya membaik kita pindah ke ruangan dan setelah itu kita lakukan stabilisasi juga karena kehilangan banyak darah kita sempat transfusi," jelasnya.

Putut menjelaskan saat ini kondisi Calvin berangsur membaik. Ia juga memastikan penanganan medis terhadap Calvin sudah sesuai prosedur medis.

"Yang pasti kita lakukan tindakan operasi yang sifatnya memperbaiki kondisi. Itu sudah kita lakukan sesuai prosedur, kita lakukan secepat yang kita bisa, kita lakukan operasi yang sifatnya emergency. Hari itu datang, hari itu kita siapkan hari itu juga kita kerjakan, sehingga untuk risiko terjadiny komplikasi akan lebih sedikit," paparnya.

Tim dokter belum melakukan evaluasi secara psikis. Hal itu akan dilakukan setelah penanganan medis dan melihat kondisi Calvin.

"Sampi saat ini kondisinya membaik. Mkan sudah mau, kontak bagus, secara umum bagus. Kalah psikis saya belum evaluasi secara lanjut, sekarang masih evaluasi untuk klinisnya dulu untuk luka. Mungkin psikis kita perlu pendampingan setelah tindakan medis," ujarnya.

Kehilangan Kaki Karena Ditabrak, Calvin Ingin Pakai Kaki Palsu Agar Bisa Beraktivitas Normal

Persib vs PSS Sleman: Siapa yang Terbuang Karena Trio Asing Baru dan Optimisme Bobotoh Cantik

Tim dokter terus melakukan pemantauan kondisi klinis Calvin, dan tidak menutup kemungkinan akan kembali dioperasi jika dibutuhkan.

"Mungkin dalam dua tiga hari pasien sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya secara umum membaik cuma memang butuh istilahnya rehabilitasi secara klinis, kursi roda, aktivitas duduk lama, berdiri, ya nanti itu fisioterapis. Setelah itu bisa rawat jalan untuk terapi medisnya dan fisioterapis," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved