Kehilangan Kaki Karena Ditabrak, Calvin Ingin Pakai Kaki Palsu Agar Bisa Beraktivitas Normal

Masih mengenakan seragam sekolah, sedang menunggu ayahnya menjemput, tiba-tiba mobil pick up menghantam kakinya

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Kompas.com
Ilustrasi kecelakaan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Muhamad Calvin Borsitzki (11) tisak pernah membayangkan sebelumnya akan mengalami peristiwa memilukan yang mengubah hidupnya.

Anak kelas V SD itu harus kehilangan hampir setengah kaki kanannya akibat kecelakaan yang dialaminya sepulang sekolah.

Saat itu pukul 12.12 WIB siang, Rabu (28/8/2019).

Masih mengenakan seragam sekolah, sedang menunggu ayahnya menjemput, tiba-tiba mobil pick up menghantam kakinya setelah sebelumnya ditabrak pengendara truk dengan kecepatan tinggi di Jalan Rancaiyeuh, Legok, Kabupaten Tangerang.

Seketika itu juga kaki kanannya putus dari betis ke bawah dan tidak bisa disambung kembali.

Kini, Calvin dirawat di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Kakinya dilibat perban coklat, tangannya diinfus dan ada selang kecil ke arah hidungnya.

Seperti lebih dewasa dari usianya, Calvin paham akan kondisi dirinya.

Anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Lisa dan Thomas yang berkebangsaan Austria itu, mengetahui kalau ia butuh kaki palsu untuk bisa kembali beraktivitas normal.

"Mau pakai kaki palsu. Tapi katanya pakai tongkat dulu sampai lukanya kering," ujar Calvin saat ditemui awak media, Kamis (29/8/2019).

Ia memiliki tekad kuat untuk kembali bersekolah.

Pembunuhan Pupung: Damkar Lihat Ceceran Baygon, Garasi tak Terkunci dan Mobil Terpakir di Halaman

Intip Koleksi Jam Tangan Mewah Maia Estianty, Paling Murah Rp210 Juta

"Harapannya ingin sembuh, mau sekolah lagi," ujarnya.

Calvin bercita-cita ingin menjadi seorang koki.

Baginya, memasak di dapur, mengiris bumbu, memotong sayuran dan daging adalah pekerjaan yang keren.

"Mau jadi koki. Ya mau masak apa saja kalau bisa nanti," ujarnya dengan nada tinggi, antusias.

Saat ini, ia mengaku sudah bisa masak telur.

"Bisa masak telur. Iya digoreng bisa," ujarnya tersenyum.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved