Anak Bunuh Ayah Gara-gara Mendengkur, Diduga Depresi Akibat Usaha Bangkut

Kejadian ini dipicu gara-gara tersangka kesal dengan suara dengkuran ayahnya ketika tertidur.

Anak Bunuh Ayah Gara-gara Mendengkur, Diduga Depresi Akibat Usaha Bangkut
Warta Kota
Ilustrasi pembunuhan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKAKARYA - Suherman, pria berusia 35 tahun tega menghanghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri bernama Juminta (65).

Kejadian ini dipicu gara-gara tersangka kesal dengan suara dengkuran ayahnya ketika tertidur.

Warga Kampung Kobak Sumur, RT01/04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi ini diduga mengalami gangguan kejiwaan akibat depresi setelah usahanya bangkrut.

Kapolsek Sukatani Polres Metro Bekasi, AKP Taifur mengatakan, dari keterangan keluarga, Suherman sejak beberapa tahun belakangan memang mengalami masa-masa sulit.

Ia dahulu sempat memiliki usaha jual beli barang rongsokan yang cukup maju.

"Memang dia dulu usaha lapak sukses, ya namanya usahakan lalu ngedrop, terus seiring berjalannya waktu, ditambah dengan masalah rumah tangga, dia pisah, intinya dia banyak pikiranlah," kata Taifur kepada TribunJakarta.com, Minggu (1/9/2019).

Oleh pihak keluarga, Suherman kemudian diurus, ia juga selama ini kerap menjalani pengobatan di puskesmas setempat.

Sehari-hari, kondisi kejiwaanya memang dikenal labil, anak ketiga dari tiga bersaudara ini suka bertingkah laiknya pengidap gangguan jiwa seperti marah-marah sendiri.

"Puskesmas yang selama ini mengawasi kesehatannya juga sempat menyarankan keluarga agar dibawa ke rumah sakit jiwa, tapi dari keluarga karena mungkin aib, malu atau gimana ya, dia suka ngamuk, tapi kalau lagi sadar ya normal kaya orang biasa aja," ungkap Taifur.

Pria di NTT Tega Cabuli Keponakannya di Indekos: Korban Tak Sadar & Saat Bangun Kondisinya Begini

Joan Tomas Campasol Beberkan Sosok yang Pengaruhinya untuk Bergabung dengan Persija Jakarta

Pelaku Terduga Pengibar Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Negara Telah Diamankan Polisi

Meski begitu, Polsek Sukatani sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap Suherman. Dia sejak kemarin sudah diamankan di Mapolsek guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita masih periksa, kita sudah introgasi tapi memang ya begitu kadang suka ngelantur atau diam ketika ditanya, karena orang kaya gitu artinya masih labil kejawaannya tapi kita belum bisa memastikan karena itu ranahnya medis," jelasnya.

Adapun peristiwa yang terjadi pada Sabtu, (31/8/2019), sekitar pukul 02.00 WIB, di kediaman tersangkan dan korban. Suherman tega menghabisi nyawa ayahnya dengan cara dipukul menggunakan linggis sebanyak tiga kali.

Dari introgasi awal, tersangka melakukan itu lantaran kesal dengan sang ayah yang suka mendengkur ketika tidur. Usai melakukan perbuatannya, ia sempat menghilang dan singgah ke rumah kakaknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Karena merasa teganggu itu lalu dia keluar dan mengambil linggis langsung menghantam ke korban sebanyak tiga kali ke bagian kepala dan rahang," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved