Kader Posyandu dan RT/RW di Kota Bekasi Resah, Gaji Tak Kunjung Dibayarkan

Elemen masyarakat yang bekerja membantu pemerintah ini mulai resah lantaran, kabar akan dihapusnya anggaran honor tersebut

smeaker.com
Ilustrasi gaji 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Honorium kemasyarakatan yang meliputi Kader Posyandu, RT/RW, Linmas dan Keagamaan di Kota Bekasi tak lagi cair setelah terakhir diterima Maret 2019.

Elemen masyarakat yang bekerja membantu pemerintah ini mulai resah lantaran, kabar akan dihapusnya anggaran honor tersebut.

Lala Latifah (53), kader Posyandu Walet RW07, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mengatakan, kabar akan dihapusnya honor sudah tercium sejak beberapa bulan terakhir.

"Infomasi dari kelurahan udah enggak dapet lagi, terkahir Maret, enggak tahu kenapa alasannya," kata dia kepada TribunJakarta.com, Senin (2/9/2019).

Setiap bulan, Kader Posyandu/PKK seperti dirinya menerima honor sebesar Rp 400.000, honor itu dikirim tiga bulan sekali ke rekening masing-masing penerima. Adapun kerja dan tugas mereka tidak bisa dipandang sepele, apalagi ruang lingkupnya berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

"Jadi informasinya nanti (enggak ada honor), cuma ada dana untuk posyandu, rencana setahun Rp 5 juta," ungkap dia.

Anak Zulkifli Hasan Berpeluang Jabat Posisi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

Remaja Diduga Geng Motor Kedapatan Bawa Senjata Tajam saat Ditangkap Polisi

Sementara itu, Andi ketua RT01/011, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mengungkapkan hal serupa, hampir sekitar 4 bulan honor tak kunjung cair. Padahal kata dia, honor itu sangat membantu untuk keperluan kesekertariatan.

"Selama inikan kalau ada kegiatan apa-apa kita urunan ke warga, kita enggak bisa narikin terlalu besar, apalagi kalau buat baiaya sampah keuangan warga enggak mau kalau diminta lebih besar lagi buat biaya kesekertariatan," ungkap Andi.

Kabar akan dihapusnya honor untuk aparatur lingkungan seperti dirinya cukup disayangkan. Hal ini juga kian santer tersengar ketika selama empat bulan terkahir honor itu tak kunjung dicarikan Pemkot Bekasi.

"Karena selama ini yang berhadapan sama wargakan kita, kalau apa-apa pasti yang di cari pak RT atau pak RW, uang honor juga enggak dipake sendiri, ada buat keperluan konsumsi kalau lagi rapat, buat alat tulis kantor itukan butuh biaya," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved