Menanti Cawagub Jakarta, Ini Hal yang Membuat Nama Cawagub Bisa Dicabut

Kata Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, menyebut bisa saja Ahmad Syaikhu akan dicabut dari kandidat cawagub Jakarta.

Menanti Cawagub Jakarta, Ini Hal yang Membuat Nama Cawagub Bisa Dicabut
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, saat diwawancarai Wartawan, di ruang kerjanya, lantai 9 gedung DPRD Jakarta, pada Senin (2/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR- Setelah Sandiaga Uno memilih menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto, kursi wakil gubernur Jakarta tak ada yang mengisi.

Alhasil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun tak memiliki wakil gubernur setelah Sandiaga Uno hengkang bersama Prabowo kala itu.

Pun sudah satu tahun lebih Anies Baswedan (menjomblo)

Kini, muncul dua nama calon wakil gubernur (cawagub) Jakarta yang diusung dari koalisi Gerinda-PKS yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun, kedua cawagub itu dinilai bisa dicabut dari kursi pendamping Anies Baswedan dalam beberapa hal.

Semisal, jika salah satu cawagub, Ahmad Syaikhu nantinya memilih menjadi anggota DPR RI.

Kata Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, menyebut bisa saja Ahmad Syaikhu akan dicabut dari kandidat cawagub Jakarta.

"Misalnya, kalau pak Syaikhu memilih ke DPR, kan pasti terpilih sebenarnya. Cuma kan belum dilantik. Tapi tidak tahu pilihan beliau kan. Misalnya, pilihan pak Syaikhu ke DPR kan harus ada satu calon lagi," jelas Suhaimi, di ruang kerjanya, di lantai 9, kantor DPRD Jakarta, Senin (2/9/2019).

Namun, lanjutnya, selama belum ada surat resmi dari Ahmad Syaikhu maka fraksi PKS tetap berpengang teguh kepada aturan yang berlaku.

Bahas Nasib Pencari Suaka, Pemprov DKI Gelar Pertemuan dengan UNHCR dan Pemerintah Pusat

Seminggu Jadi Anggota Dewan, Anak Haji Lulung : Diawali Bismillah dan Diakhiri Alhamdulillah

Terminal Sudah Dilengkapi Jalur Sepeda dan Pejalan Kaki: di Priuk Tidak Tersedia 2 Jalur

"Selama belum ada surat, kami di fraksi PKS tetap berpegang kepada itu, dan kita tidak etis menyebutkan nama lain. Kecuali sudah dibuka lagi, baru silahkan untuk menunjuk nama orang lagi," tuturnya.

Sejauh ini, sambungnya, komunikasi personal antara fraksi PKS dengan Ahmad Syaikhu belum membahas soal pilihan ketua DPW PKS Jawa Barat tersebut.

"Selama ini belum ada surat resmi yang datang ke struktur atau ke fraksi yang menyatakan pak Syaikhu mundur atau pak Agung mundur, jadi kami masih berpegang kepada surat," jelas Suhaimi.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved