Warga Sunter Agung Korban Kecelakaan Tol Cipularang Dikenal Baik
Hendra dikenal rajin bergaul dan berkepribadian ramah ketika beraktivitas di kediamannya, kompleks Nusantara Sacna, Jalan Nusantara 9, RT 07/RW 017
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Hendra Tjahyana, satu dari delapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan Tol Cipularang, merupakan sosok yang baik di mata tetangganya.
Hendra dikenal rajin bergaul dan berkepribadian ramah ketika beraktivitas di kediamannya, kompleks Nusantara Sacna, Jalan Nusantara 9, RT 07/RW 017 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Penuturan soal sosok Hendra diungkap Aceng (40), tetangga sekaligus mantan sopir korban.
Di mata Aceng, Hendra merupakan pria yang bergaul tanpa pandang bulu.
Bahkan, Hendra juga tak jarang bertegur sapa dengan sejumlah tukang bangunan yang tinggal pada sebuah gubuk semi permanen di bangunan rumah berjarak puluhan meter dari rumah Hendra.
"Orangnya baik, dia juga sering ngasih makanan juga kok sama tukang-tukang di sini," ucap Aceng, Senin (2/9/2019).
Aceng juga mengenal sosok Hendra sebagai pria yang baik karena ia pernah bekerja sebagai sopir korban.
Bahkan, Aceng pun sampai sekarang masih dititipi kunci rumah Hendra.
Jikalau ada apa-apa, Aceng juga sering dihubungi Hendra untuk membantunya.
• Warga Sunter Agung Meninggal dalam Kecelakaan Tol Cipularang, Jasa Raharja Datangi Kediaman Korban
• Honor RT/RW di Kota Bekasi Terkendala Keuangan Daerah Belum Stabil
"Saya pernah 10 tahun kerja sama dia. Sudah lama nggak komunikasi. Tapi masih dititipin kunci rumah ini," ucap Aceng.
Sosok Hendra yang baik juga diungkapkan Ketua RT 07/RW 017 Sunter Agung, Agus Susanto.
Menurut Agus, Hendra dan sang istri berkepribadian ramah dan baik.
Salah satunya, serupa seperti penuturan Aceng, Hendra memberlakukan orang yang bekerja kepadanya dengan baik.
"Baik orangnya, suami istri itu baik, yang kerja sama dia itu pasti lama," kata Agus.
Hendra sendiri merupakan warga yang telah tinggal sejak lama di kompleks tersebut.
Dikatakan Agus, Hendra setidaknya sudah tinggal selama 20 tahun di kompleks itu.
Sebelumnya diberitakan, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan.
Tabrakan beruntun tersebut terjadi di kilometer 92 tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/dump-truk-di-tol-cipularang.jpg)