Pelaku Begal Payudara di Tangerang Selatan Biasa Tenangkan Diri ke Bogor

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan, pihaknya langsung mengejar pelaku sesaat setelah laporan dituntaskan.

Pelaku Begal Payudara di Tangerang Selatan Biasa Tenangkan Diri ke Bogor
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Suasana putaran McDonald's Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (9/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pelaku begal payudara di Tangerang Selatan (Tangsel) sampai saat ini belum juga ditemukan batang hidungnya setelah pihak kepolisian mengejarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pada Kamis (8/9/2019), seorang wanita berinisial A (18) dilecehkan di putaran McDonald's Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangsel.

Saat itu A sedang mengendarai sepeda motor, lalu diberhentikan oleh dua orang pak ogah dan diremas bagian payudaranya.

A langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Tangsel.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan, pihaknya langsung mengejar pelaku sesaat setelah laporan dituntaskan.

Salah satunya adalah pengejaran ke Bogor. Muharram menjelaskan, keluarga pelaku membocorkan lokasi tempat pelaku biasa menenangkan diri.

"Karena kita tidak dapat informasi yang bersangkutan keluar, memang sempat ke Bogor. Ke Bogor itu karena kita dapat informasi dari keluarga kalau yang bersangkutan sedang ada masalah, suasana hati tidak enak dia pergi ke Bogor, nah kita pada malam itupun kita sudah ke sana," ujar Muharram, di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Selasa (3/9/2019).

Sahabat Bima Aryo Sebut Sparta Dididik untuk Tak Sembarang Menyerang Orang

Lama Disimpan Tas Branded Justru Bisa Rusak, Simak Tips Merawat Tas Mahal Ala Marisa Tumbuan

Bogor merupakan rumah dari saudara si pelaku.

"Bogor itu tempat saudara. Dan kita sudah ke sana, tidak ada. Setelah beberapa hari itu, kita ke sana lagi dan tidak ada," ujarnya.

Keberadaan pelaku juga dilacak melalui teman-teman di lingkungan rumahnya dan sesama pak ogah.

Namun Muharram mengatakan, pelaku tidak akrab dengan teman-temannya yang lain.

"Dia juga kan kurang bersahabat dengan teman-teman yang lain itu karena keterbelakangan pendidikan. Kalau enggak salah, kelas tiga SD, atau SD itu tidak tamat, sehingga baca tulis pun tidak bisa. Itu yang membuat kita juga kesulitan dalam melacak dalam media sosial dan lain lain," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved