Breaking News:

Satu Toko Obat Tak Berizin di Setu Cipayung Kedapatan Menjual Obat Berbahaya

Operasi yang dipimpin oleh Sekertaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi ini difokuskan pada dua titik, yakni di Kelurahan Lubang Buaya

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana operasi obat ilegal di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satu toko obat tak berizin di Setu, Cipayung, Jakarta Timur kedapatan menjual obat berbahaya.

Menindak lanjuti aduan dari warga yang disampaikan melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Camat Cipayung Fajar Eko Satrio berkordinasi dengan Sudin Kesehatan Jakarta Timur untuk melakukan operasi obat ilegal di kawasan Cipayung.

Operasi yang dipimpin oleh Sekertaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi ini difokuskan pada dua titik, yakni di Kelurahan Lubang Buaya dan di Kelurahan Setu.

Setelah menyisir lokasi di kawasan Setu cukup lama, akhirnya satu toko di kawasan Pagelarang, Setu menjadi tempat pemeriksaan Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta perwakilan Pemkot Jakarta Timur.

"Kita ke dua apotik. Apotik pertama tutup dan yang kedua kita singgahi. Namun pada saat kita beserta Sudin Kesehatan Jakarta Timur dan BPOM turun ke lapangan ternyata ada satu obat yang benar-benar tidak boleh dikonsumsi tanpa resep dokter," kata Usmayadi di Cipayung, Senin (4/9/2019).

Dari satu toko tersebut ditemukan beberapa tablet obat yang termasuk dalam jenis psikotoropika.

Obat tersebut ialah 10 tablet riklona, zipraz 1 mg sebanyak 10 tablet, calmlet 1 mg sebanyak 10 tablet, alprazolam 1 mg sebanyak 13 tablet dan alprazolam 0,5 mg sebanyak 6 tablet.

"Obat seperti ini biasa dibeli siswa SMA sebagai obat penenang dan dapat membuat fly (semacam memabukan). Akibatnya mereka merasakan ketergantungan," sambung Usmayadi.

Sementara itu, Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan memastikan apotik tersebut tidak memiliki izin berjualan.

"Ya benar seperti yang dijelaskan Pak Sekko. Kita tadi temukan obat yang seharusnya dijual berdasarkan resep dokter. Tapi ini diperjual belikan bebas di sini. Kita juga sempat tanya pemiliknya mana surat izin berjualannya mana. Sejauh ini mereka belum bisa menunjukan," ungkapnya.

Seorang Korban Kecelakaan Tol Cipularang Disemayamkan di Rumah Duka Husada

Akun SimpleMan Bantah Soal Beredarnya Foto Bima KKN di Desa Penari, Ini Pengakuannya

Sinopsis Drama India Ishq Subhan Allah Besok, Episode 52 Rabu 4 September 2019 di ANTV

Baik dari Sudin Kesehatan Jakarta Timur ataupun BPOM serta aparat mulai saat ini diimbau Usamayadi untuk dapat menindak toko-toko seperti ini.

Aduan dan keluhan dari warga terkait toko-toko seperti ini diharapkan mulai diwadahi oleh pihak kelurahan maupun kecamatan masing-masing.

Mulai dari RT, RW, LMK, FKDM hingga kecamatan harus saling bersinergi agar aduan ini sampai pada Sudin Kesehatan Jakarta Timur dan dapat ditindak lanjuti.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved