MAKI Tagih Janji Komisi Pemberantasan Korupsi Terkait Hal Ini

Pasalnya menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, KPK pernah mengungkapkan sendiri kepada media bahwa akan mengusut korporasi terkait kasus Meikarta

MAKI Tagih Janji Komisi Pemberantasan Korupsi Terkait Hal Ini
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman (Wahyu Aji/Tribunnews.com) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke pengadilan, terkait belum juga ditetapkannya tersangka korporasi dalam kasus Meikarta.

Pasalnya menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, KPK pernah mengungkapkan sendiri kepada media bahwa akan mengusut korporasi terkait kasus Meikarta.

"Kami akan gugat KPK yang belum juga menetapkan tersangka korporasi dalam kasus Meikarta. Mereka pernah ngomong sendiri. Kami tagihlah. Jangankan yang ngomong, yang tidak di omongkan namun kasusnya mandek juga kami gugat," ujar Boyamin, Rabu (4/9/2019).

Boyamin menuturkan, gugatan bisa dalam dua opsi yakni gugatan praperadilan dan gugatan wan prestasi (ingkar janji). Menurutnya, jika dalam sebulan ke depan tidak terpenuhi janji itu karena kalau tidak keburu habis masa periode kepemimpinan sekarang.

"Bahkan jika perlu kedua gugatan diajukan waktu bersamaan demi memaksa KPK memenuhi janjinya," ujarnya.

Pansel KPK Emosi Keceplosan Sebut Ini Saat Tanggapi Kritikan, ICW: Harusnya Anda Tak Mengatakan Itu!

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, pada konferensi pers akhir Juli 2019 lalu usai mengumumkan dua tersangka baru dalam suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyatakan bahwa pihaknya membuka peluang menjerat korporasi.

Namun sampai saat ini, KPK belum juga menunjukkan pernyataannya itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada media juga telah menyatakan pihaknya telah mengidentifikasi dugaan suap izin proyek Meikarta dilakukan untuk keuntungan korporasi.

"Kami sudah mengidentifikasi dugaan suap ini dilakukan untuk keuntungan korporasi yang mendapatkan keuntungan izin di sana," ujar Febri pada saat waktu itu.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved